Cermat Mengatur Keuangan di Bulan Ramadhan | DiaryHijaber.com

Writer : Someone Editor : Someone

Cermat Mengatur Keuangan di Bulan Ramadhan

641 kali dilihat

Bulan Ramadan adalah bulan penuh berkah yang dinantikan kehadirannya setiap tahun. Namun jangan salah, Hijabers, di bulan ini juga, pengelolaan keuangan keluargamu ditantang dengan pengeluaran-pengeluaran yang nggak terduga. Tradisi makan bersama, kenaikan harga bahan-bahan pokok, hingga persiapan mudik lebaran membuatmu harus lebih cermat dalam mengatur pemasukan hingga pengeluaran.

Kita memang perlu ekstra hati-hati dalam mengelola keuangan selama Ramadan, karena pada umumnya, menjelang Lebaran, satu keluarga bisa mengeluarkan anggaran belanja 23 kali lebih banyak dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Agar dapat melewati Ramadan dengan tenang, maka usahakan menyusun rencana dua sampai tiga bulan sebelumnya.

Dalam mengatur pos pengeluaran rumah tangga selama Ramadan, mulailah dengan memisahkan anggaran rutin dan tidak rutin.


1.   Pos rutin, pengeluaran yang biasanya dibayarkan setiap bulan, seperti tagihan listrik, telepon, internet, air, membayar ART, internet, dan kartu kredit.

2.  Pos cicilan bulanan. Jika kita memiliki cicilan setiap bulan, kita perlu memperhitungkan jumlah cicilan, jangan lebih dari 30% penghasilan.

3.    Pos investasi, diambil dari 5–10 % penghasilan dan disesuaikan dengan rencana keuangan kita.

4.    Pos dana darurat sebagai cadangan apabila ada kebutuhan nggak terduga.

5.    Anggaran tak rutin.

 

Pengeluaran yang perlu dipersiapkan dari anggaran tak rutin, antara lain, THR untuk ART, biaya mudik, dan tak lupa anggaran untuk membuat atau membeli kue lebaran. Lalu, bagaimana dengan uang THR yang didapat menjelang hari raya? Uang THR bisa kamu prioritaskan untuk pos zakat fitrah dan zakat maal. Apabila dana tabungan hari raya terbatas, kamu pun juga bisa memasukkan uang THR ke dalam pos dana darurat untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan kenaikan harga bahan pokok, BBM, dan lainnya. Terakhir, sebaiknya sisakan juga uang THR untuk dimasukkan dalam pos investasi sebagai tambahan bekal menikmati masa tua sejahtera.



RELATED ARTICLE