Produk Keuangan Syariah Diminati di Luar Negara Muslim | DiaryHijaber.com

Writer : Someone Editor : Someone

Produk Keuangan Syariah Diminati di Luar Negara Muslim

491 kali dilihat

Kini kamu harus tau Hijabers, produk syariah nggak lagi diminati berdasarkan agama. Buktinya, banyak negara yang penduduknya menggunakan produk syariah loh Hijabers.

Sekitar Juni tahun 2014, Inggris menjadi negara non-muslim pertama di dunia yang menerbitkan sukuk. Sukuk merupakan produk keuangan dalam syariah yang setara dengan obligasi. Setelah Inggris, beberapa negara lain pun mulai menerbitkan sukuk pada tahun yang sama, seperti Hong Kong dan Afrika Selatan.

Keberadaan sukuk terus mencuri perhatian beberapa penguasa ekonomi dunia. Goldman Sachs sudah mengeluarkan obligasi syariah. Bahkan, diprediksi nilai entitas tersebut bisa mencapai 2 triliun USD. Apa yang membuat keuangan syariah seakan “mengusik” dunia?

Alih-alih menerima bunga atas uang yang dipinjamkan, para pemilik sukuk akan menerima pendapatan dari keuntungan yang dihasilkan aset tersebut atau dari uang sewa yang dilakukan oleh penerbit. Sedangkan dalam hipotek syariah, alih-alih meminjam uang kepada pelanggan untuk membeli rumah, bank akan membeli rumah sendiri. Kemudian, nasabah akan membeli rumah tersebut dari pihak bank yang akan dibayar dengan cara mengangsurnya. Nilai yang disepakati pun ditentukan di awal sehingga nasabah mendapatkan keuntungan dengan membayar cicilan tetap.

Pola keuangan seperti ini mungkin terdengar janggal, tetapi pertumbuhan keuangan syariah semakin populer belakangan ini. Di Inggris, penjualan sukuk senilai 200 juta poundsterling mampu menarik pesanan lebih dari 2,3 miliar poundsterling. Di Hong Kong, penerbitan sukuk senilai 1 miliar USD mampu menarik pesanan hingga 4,7 miliar USD. Angka yang fantastis ini hampir dua-pertiganya berasal dari luar negara dengan penduduk mayoritas muslim. Fakta yang menarik, bukan Hijabers?



RELATED ARTICLE