Apa Perbedaan Bank Syariah dengan Bank Konvesional? | DiaryHijaber.com

Writer : Nanda Pipit N Editor : Nanda Pipit N

Apa Perbedaan Bank Syariah dengan Bank Konvesional?

770 kali dilihat

Banyak orang yang masih bertanya-tanya mengenai apa bedanya bank syariah  dan bank konvensional? Bank Syariah dan Bank Konvensional sejatinya memiliki konsep yang berbeda. Bank Syariah sendiri merupakan bank yang sistem operasionalnya berdasarkan prinsip agama islam ataupun syariah. Berdasarkan prinsipnya Agama Islam memiliki aturan untuk melarang riba atau sistem bunga yang memberatkan, sehingga bank syariah lebih beroperasi sesuai dengan kemitraan di segala aktivitas bisnis berdasarkan keadilan dan kesetaraan.

Ada beberapa perbedaan bank syariah dan bank konvensional yang perlu kita ketahui, berdasarkan beberapa poin berikut ini :

 

1. Akad

Berdasarkan akad sendiri, bank syariah dan bank konvensional memiliki perjanjian atau akad yang berbeda sesuai dengan landasannya. Bank konvensional dibuat sesuai dengan perjanjian yang berpatokan terhadap hokum positif, sedangkan akad atau perjanjian bank syariah yang dibuat sesuai dengan hukum islam. Bank Syariah sendiri memiliki berbagai macam ketentuan, seperti adanya rukun dan adanya syarat. Rukun yang dimaksudkan disini berupa penjual dan, pembeli, akad, ijab qobul, harga dan barang. Sementara untuk syarat sendiri terdiri dari sifat barang maupun jasa yang harus halal dan juga harga barang maupun jasa yang harus jelas.

 

2. Bunga dan Bagi Hasil

Perbedaan paling mencolok antara bank syariah dan bank konvensional adalah sistem pada pendapatan usahanya. Bank syariah sendiri mengharamkan riba dan lebih mendorong sistem bagi hasil. Meskipun keduanya bertujuan sama untuk memperoleh keuntungan dari pemilik dana akan tetapi caranya berbeda. Adapun perbedaan antara bunga bank dan bagi hasil adalah sebagai berikut :

  • Bagi hasil, biasanya jumlahnya dibuat ketika waktu akad atau perjanjian berdasarkan pedoman yang berpatokan pada untung rugi. Besarnya bagi hasil ini disesuaikan berdasarkan besarnya keuntungan yang didapatkan. Sistem bagi hasil ini tergantung dari keuntungan proyek, sehingga apabila merugi maka kerugian tersebut ditanggung secara bersama oleh semua pihak. Sistem bagi hasil ini bisa meningkatkan pembagian laba berdasarkan peningkatan pendapatan.
  • Bunga bank, biasanya ditentukan saat waktu perjanjian berdasarkan asumsi untuk selalu untung. Besarnya persentase bunga bank disesuaikan dengan jumlah dari modal yang dikreditkan. Pembayaran bunga biasanya tetap tidak melihat untung maupun rugi. Pembayaran bunga tidak akan meningkat walaupun keuntungan semakin meningkat.

 

3. Dewan Pengawas

Perbedaan antara bank syariah dan bank konvensional sendiri terletak pada dewan pengawas. Dimana, bank syariah sendiri mewajibkan untuk menetapkan DPS atau Dewan Pengawas Syariah, sedangkan bank konvensional tidak menetapkan adanya dewan pengawas. DPS sendiri adalah dewan berupa ulama dan pakar ekonomi yang memiliki pemahaman atau menguasai fiqh mu’amalah bertugas untuk mengawasi sistem operasional bank beserta segala produknya.

Demikian beberapa perbedaan antara bank syariah dan bank konvensional yang paling mendasar. Semoga bermanfaat.


Artikel Terkait Lainnya..

RELATED ARTICLE