Dampak Inflasi dan Deflasi Terhadap Bisnis | DiaryHijaber.com

Writer : Intan Kirana Editor : Someone

Dampak Inflasi dan Deflasi Terhadap Bisnis

366 kali dilihat

Inflasi dan deflasi bukanlah kondisi yang baik bagi perekonomian. Inflasi adalah beredarnya uang dalam jumlah besar ke masyarakat, yang otomatis membuat nilai uang itu sendiri jadi tidak berharga dan harga-harga menjadi naik. Contohnya seperti yang terjadi di Zimbabwe, di mana satu roti bisa berharga hingga ratusan juta Zimbabwe, sehingga pembeli harus membawa banyak uang saat akan membeli sesuatu.

Sebaliknya, deflasi adalah langkanya uang di tengah masyarakat hingga barang-barang pun naik, dan uang menjadi sesuatu yang berharga. Baik deflasi maupun inflasi, keduanya punya dampak terhadap harga barang. Dan bagi bisnis, keduanya jelas bukan hal menyenangkan, apalagi bila sudah mencapai tingkat tinggi hingga lebih dari 50 persen. Lalu, apa sajakah kerugian deflasi dan inflasi bagi bisnis? Berikut daftarnya:

1. Kualitas dan kuantitas produksi menurun

Karena harga-harga naik, maka kualitas dan kuantitas produksi pun menurun. Pasalnya, harga bahan baku akan semakin mahal, dan mau tidak mau kita harus menaikkan harga, ataupun menurunkan kuantitas dan kualitas produksi. Jelas bukan iklim bisnis yang baik.

2. Penjualan turun bagi beberapa barang

Untuk penjualan beberapa sektor, seperti properti misalnya, mungkin tidak akan mengalami masalah besar mengingat harga properti cukup stabil dan berpotensi naik. Lain halnya apabila kita berjualan barang-barang yang nilainya akan menurun sewaktu-waktu: seperti ponsel, kendaraan, dan barang-barang lain yang cepat habis/rusak. Orang-orang pun akan berpikir dua kali untuk membeli barang yang kita jual, dalam jumlah yang banyak.

3. Daya beli masyarakat menurun

Karena uang tidak lagi berarti, ataupun uang menjadi langka, secara otomatis daya beli masyarakat pun akan menurun. Hal ini berdampak pada bisnis kita, karena bisnis tergantung pada daya beli masyarakat. Apalagi jika barang yang kita jual bukanlah barang-barang kebutuhan primer.

4. Sulit untuk merekrut pegawai

Akibat deflasi dan inflasi, otomatis kita juga harus mengetatkan anggaran untuk membayar pegawai. Hal ini akan berdampak pada sulitnya rekrutmen pegawai. Banyak orang yang tidak mau dibayar dengan harga yang tak tinggi, atau kalaupun mau, performa kerjanya tidak akan maksimal. Selain itu, bila kita tetap membayar dengan gaji yang sama, daya belinya pun tetap menurun karena harga-harga semakin mahal, sehingga pegawai kita pun tidak akan maksimal dalam bekerja.

 

***

Inflasi memang tidak dapat dihindari, untuk itu, pada saat perekonomian tengah stabil, jangan lupa untuk menabung, atau menginvestasikan harta kita dalam bentuk emas, atau rumah misalnya, yang harganya cenderung stabil dan tidak mungkin menurun. Selain itu, buatlah supaya masyarakat tetap merasa bahwa produk kita penting dan layak untuk dibeli dalam kondisi apapun.


Artikel Terkait Lainnya..
Perlukah Fokus Dalam Berbisnis?

RELATED ARTICLE