Kapan Kamu Harus Keluar Dari Pekerjaanmu? | DiaryHijaber.com

Writer : Intan Kirana Editor : Someone

Kapan Kamu Harus Keluar Dari Pekerjaanmu?

292 kali dilihat

Bekerja memang salah satu bentuk ibadah, Hijabers. Tetapi ada saat di mana mungkin sudah seharusnya bagi kamu untuk keluar dari pekerjaan kamu, dan beralih ke pekerjaan lain, atau malah membuka bisnis sendiri.

Tapi kapan dan bagaimanakah tanda-tanda ketika kamu sudah harus keluar dari pekerjaan?

 1. Kamu merasa tertekan di akhir minggu

Weekend atau akhir minggu semestinya menjadi saat yang menyenangkan bagi diri kamu. Tapi kalau akhir minggu kamu merasa terbebani oleh pekerjaan, atau ketakutan dengan apa yang akan berlangsung pada Hari Senin, sudah semestinya kamu mempertanyakan apakah kamu betul-betul menikmati apa yang kamu kerjakan.

 2. Kamu selalu menghitung waktu di kantor

Kamu selalu menghitung waktu sembari bekerja. Kamu ingin hari ini segera berakhir sehingga kamu bisa lepas dari rutinitas kantor. Hal ini menunjukkan bahwa kamu sudah tidak nyaman dengan pekerjaanmu dan melakukannya hanya sebagai kewajiban saja.

 3. Kamu tidak dihargai di kantor

Kamu memiliki potensi yang baik dan selalu mengerjakan tugas dengan tepat waktu. Entah kenapa, atasan kamu di kantor tidak pernah betul-betul mengapresiasi hal tersebut. Seolah hal yang kamu kerjakan adalah kewajaran semata, dan tidak perlu penghargaan.

 

Hijabers, sudah saatnya untuk kamu keluar dari kantormu dan mencari kegiatan lain yang membuatmu dihargai.

 4. Bos tidak inisiatif memberikanmu pekerjaan

Banyak orang yang mengeluhkan kesibukan sebagai hal yang membuat mereka muak di kantor. Tapi “gabut” di kantor juga menyebalkan, lho. Meskipun kita tidak lelah, kita tetap tertekan secara mental dan tidak berkembang. Apalagi ketika bosmu seolah ingin meng-handle semua pekerjaan sendiri, dan tidak mengijinkanmu untuk belajar. Setiap orang punya hak untuk berkembang, lho.

 5. Tidak cocok dengan lingkungan

Sebagai manusia, sewajarnya kita harus bisa beradaptasi dengan lingkungan. Tapi bagaimana kalau lingkungan tempatmu bekerja benar-benar tak bisa kamu tolerir lagi? Misalnya, kamu orang yang serius bekerja, sementara hampir semua rekan kerjamu pemalas dan tukang bergosip. Atau, di kantormu selalu ada budaya minum-minum sepulang kantor, dan kamu merasa “diasingkan” karena tidak pernah mengikuti kegiatan itu. Nah, Hijabers, kantor bukan masalah pekerjaan semata lho, tapi juga masalah kenyamanan.

***

Hijabers, hidup ini hanya sekali. Selama kamu bertanggung jawab dan yakin terhadap apa yang kamu kerjakan, kerjakanlah apa yang menurutmu baik, dan jangan terlalu lama berada dalam kondisi yang membuatmu tertekan.



RELATED ARTICLE