Kuliner Jogja yang Sayang Untuk Dilewatkan | DiaryHijaber.com

Writer : Ulfa Arieza Editor : BL

Kuliner Jogja yang Sayang Untuk Dilewatkan

525 kali dilihat

Sebutan daerah istimewa kiranya memang pantas bagi Jogja. Kota yang berada di pesisir selatan Pulan Jawa ini, menyimpan banyak keistimewaan. Mulai dari tradisi Budaya Jawa yang masih kental, penduduknya yang ramah – tamah, panorama alamnya yang memanjakan mata, dan yang tak kalah istimewa adalah kuliner Jogja. Tak ayal kalau jogja mendapat banyak julukan, Kota Gudeg, Kota Budaya, Kota Pelajar, Kota Pariwisata, Kota Buku, Kota Keraton, Kota Seniman, dan masih banyak lainnya. Setiap julukan mempunyai filosofinya masing – masing. Misalnya, Jogja dijuluki Kota Gudeg karena makanan khas Jogja, Gudeg, sangat tersohor hingga mancanegara. Selain Gudeg, Jogja masih memiliki banyak kuliner khas yang tentunya sayang untuk dilewatkan apabila Hijaber berlibur ke Jogja.

Gudeg Pawon

www.paduanwisatajogja.com

Mulai dari kuliner signature Jogja, Gudeg. Bahan utama dalam membuat gudeg adalah nangka muda yang dimasak bersama santan, dengan tambahan bumbu rempah-rempah khas Jogja. Butuh waktu selama berjam – jam untuk menghasilkan gudeg yang lezat. Gudeg berwarna kecoklatan, yang merupakan hasil dari campuran daun jati di dalamnya. Rasa khas gudeg campuran antara gurih dan manis, karena kuliner masyarakat Jogja didominanasi rasa manis.

Warung gudeg yang sangat legendaris di Jogja adalah Gudeg Pawon, yang telah berdiri sejak tahun 1958. Nama Gudeg Pawon diambil dari Bahasa Jawa yang berarti dapur. Sesuai dengan namanya, para pelanggan yang datang dilayani langsung dari pawon atau dapur. Dapurnya masih menggunakan tungku tradisional sehingga menambah cita rasa Budaya Jawa dari Gudeg Pawon.

House of Raminten

www.telusurindonesia.com

Siapa bilang sajian tradisional selalu ketinggalan jaman? Kuliner yang satu ini menyajikan hidangan Jawa yang lezat dalam tampilan gaya western yang elegan dan berkelas. Perpaduan dua budaya tersebut tampak juga dari nama restonya, yaitu House of Raminten. Hijaber bisa mencicipi aneka sajian tradisional seperti nasi kucing, sate lilit, wedang sereh, brongkos, dan lainnya ala western. Arsitekturnya bergaya Jawa Klasik, dengan iringan gendang dan musik Jawa, sehingga membuat pengunjungnya betah duduk berlama – lama. Bukan hanya itu, pelayan House of Raminten tampil dalam balutan busana kemben khas Jawa.

Sate Klathak Pak Pong

wisatahandal.com

Penggemar sate tidak boleh melewatkan sate yang hanya ditemukan di Jogja ini, Sate Klathak. Kalau biasanya daging sate menggunakan kayu, lain dengan Sate Klathak yang menggunakan jeruji sepeda. Ketika dibakar, tusuk jeruji akan menghasilkan bunyi “klathak – klathak” yang kemudian menjadi nama sate khas Jogja ini. Tusuk sate menggunakan jeruji mempunyai keuntungan sendiri, karena daging sate dapat matang secara merata. Bumbu satenya sangat sederhana, hanya dengan campuran garam, merica, dan kecap. Bumbu yang sederhana tersebut, menghasilkan cita rasa Sate Klathak yang khas. Jika ingin mencicipi Sate Klathak, Hijaber dapat mengunjungi warung sang pencetus kreasi Sate Klathak yaitu Pak Pong. Rasa Sate Klathak Pak Pong terkenal sangat lezat.

Angkringan Tugu

yogyakarta.panduanwisata.id

Angkringan dalam Bahasa Indonesia berarti tempat nongkrong. Agar nongkrong jadi lebih asik, rakyat Jogja mempunyai kebiasan meminum kopi dan makan gorengan. Hasilnya, warung angkringan ini dapat kita temukan di sudut – sudut Kota Jogja. Menu yang disajikan dalam warung angkringan semakin beragam, mulai dari aneka gorengan, nasi kucing, sate telur puyuh, dan lainnya. Ciri khas angkringan Jogja adalah Kopi Joss, yaitu kopi hitam kental disajikan dengan campuran batang arang yang masih membara di dalamnya. Kawasan angkringan Jogja yang paling ramai adalah Angkringan Tugu. Banyak warung angkringan berjajar di pinggiran jalan. Angkringan Tugu menjadi spot favorit untuk menikmati malam di Kota Jogja sembari melihat lalu lintas di sekitar Stasiun Tugu.

Kedai Rakyat Djelata

wisatatempat.com

Salah satu bentuk kesuksesan Jogja dalam mempertahankan kebudayaannya adalah kehadiran berbagai warung yang konsisten mengangkat tema Jawa, salah satunya adalah Kedai Rakyat Djelata. Ketika memasuki halaman kedai, kita seakan berada dalam nuansa Jawa tempo dulu. Ada sepeda onthel dan pernak pernik Jawa yang siap menyambut para pelanggan. Peralatan makan yang digunakan adalah peralatan makan khas Jawa yang terbuat dari seng dengan motif khusus. Semua hidangan diolah dan disajikan dalam nuansa Jawa kuno.



RELATED ARTICLE