Rasulullah Dan Batu Kerikil | DiaryHijaber.com

Writer : Someone Editor : Someone

Rasulullah Dan Batu Kerikil

3.748 kali dilihat

(Diaryhijaber.com) - Suatu ketika, Rasulullah SAW sedang mengimami shalat berjamaah. Para sahabat yang menjadi makmum lalu menyadari kalo beliau terlihat kelelahan sekali tiap berganti gerakan sholat. Nggak cuma itu aja,  dari tubuh beliau juga terdengar suara yang aneh.

Setelah selesai sholat, Umar bin Khatthab bertanya kepada beliau, “Ya Rasulullah, kami melihat seolah-olah Engkau menanggung penderitaan yang sangat berat. Apakah engkau sedang sakit, ya Rasulullah?”

“Tidak ya Umar. Alhamdulillah aku sehat”, jawab Rasulullah.

“Tapi Kenapa setiap kali Engkau menggerakkan tubuh, kami mendengar seolah-olah sendi-sendi tubuhmu saling bergesekan?"

Akhirnya, Rasulullah pun mengangkat jubahnya. Para sahabatpun terkejut bukan main karena melihat perut Rasulullah SAW yang kempis, serta dililit oleh sehelai kain yang berisi batu-batu kerikil. Batu-batu itu beliau ikatkan buat nahan rasa laparnya. Dan ternyata, dari sanalah suara aneh itu berasal.

Para sahabat pun berkata, “Ya Rasulullah, Mengapa engkau tidak memberi tahu kami jika engkau lapar atau tidak memiliki makanan? ”

Rasulullah SAW pun menjawab dengan lembut, “Tidak sahabatku. Aku tahu, apapun akan kalian korbankan demi Rasulmu. Tetapi, apa jawabanku nanti dihadapan Allah, apabila aku sebagai PEMIMPIN, menjadi beban bagi umatnya? Biarlah rasa lapar ini sebagai hadiah dari Allah buatku, agar kelak umatku tak ada yang kelaparan di dunia ini, lebih-lebih di akhirat nanti..”

Subhanallah....

Begitu mulia akhlak Rasulullah Salallahu alaihi wassalam. Beliau tidak hanya bersikap begitu bertanggungjawab sebagai seorang pemimpin. Beliau juga ingin memberi contoh kalo begitulah seharusnya menjadi seorang pemimpin. Bukan malah memperkaya diri sendiri, korupsi demi kepentingan pribadi sedang rakyatnya kelaparan. Beliau tau umat begitu menyayangnya, tapi hal itu tidak lantas dimanfaatkan untuk mendapatkan kesenangan dunia aja. 

Trus juga, kalo aja beliau mau kehidupan mewah, perut kenyang, dan semua kenyamanan dunia, beliau tinggal minta sama Allah. Pasti bakal dikabulin. Secara kan beliau adalah kekasih Allah, best friendnya Allah dunia akherat. Tapi beliau malah memilih untuk tidak memilih kearah itu. Beliau malah bilang "Biarlah rasa lapar ini sebagai hadiah dari Allah buatku, agar kelak umatku tak ada yang kelaparan di dunia ini, lebih-lebih di akhirat nanti.."

Hmm, lalu pertanyaan PR buat kita nih...

Girls, begitu care-nya Rasulullah kepada kita, apakah kita juga sudah mencintai beliau seperti beliau mengasihi kita?


(NayMa)



RELATED ARTICLE