Agama Islam Bukanlah Teroris! | DiaryHijaber.com

Writer : Ratna P Sari Editor : BL

Agama Islam Bukanlah Teroris!

348 kali dilihat

“Islam adalah agama barbar, dan penyebarannya dilakukan dengan pedang. Teror disebarkannya dimana-mana, sehingga orang lain tidak merasa damai, tapi malah semakin takut dan terintimidasi” Seperti inilah sebagian kecil kalimat dari para musuh Islam yang terus menggelar permusuhan demi menjelek-jelekkan nama Islam di mata dunia. 

Mereka mengadakan “perang pemikiran” secara terselubung, dan dengan cara yang licik mereka mengadu domba sesama muslim agar membenci muslim yang lain. Mereka melabeli “teroris” sebagai simbol bahwa yang dilakukan para muslim tersebut adalah sebuah bentuk kejahatan, kebrutalan, kekerasan dan tindak kriminal.

Mereka menggerakkan media yang mereka punya mereka sebagai corong fitnah yang penyebarannya masuk sampai ke wilayah terpencil sekalipun. Mereka menanamkan keyakinan bahwa cadar adalah simbol teroris, yang rutin ke masjid adalah para teroris, yang suka mengaji adalah sedang mempelajari ilmu teroris, yang bercelana diatas mata kaki dan berjenggot adalah teroris, yang hobi ngaji juga pasti hobi merakit bom, yang rela berjihad adalah para antek-antek teroris, dan sebagainya. Konsep keseluruhan dari Islam yang “rahmatan lil ‘alamin” atau menjadi rahmat bagi semesta alam, benar-benar dihilangkan, dan digantikan dengan anggapan bahwa Islam adalah teroris dan barbar.

Pertanyaan yang kemudian muncul adalah mengapa harus Islam yang diberikan label tersebut? Zionis Israel yang setiap hari membunuh rakyat sipil tak berdosa, wanita dan anak-anak Palestina tidak disebut sebagai teroris. Presiden Serbia, Slobodan Milosevic, yang melakukan kejahatan perang pada etnis Muslim Bosnia dan melakukan ethnic cleaning  atau pembersihan etnis dengan metode mass rape perkosaan massal, namun tidak ada sama sekali cap teroris. Pembantaian massal Muslim Rohingnya di Burma Myanmar yang terjadi beberapa bulan lalu, tapi mereka tidak pantas disebut teroris, melainkan cukup “penganut Budha” saja atau “pemerintah Burma” saja. Sam Bacile, si pembuat film “Innocence of Muslims” yang menghina Nabi Muhammad SAW dan biang kerok kerusuhan serta teror bagi umat muslim, sekaligus yang melukai perasaan mereka diseluruh dunia, sama sekali bukan teroris. Bacile dianggap hanya melukai perasaan. Sesederhana itu saja. Sedangkan lagi- lagi, para muslim yang memprotes keras film tersebut harus dikatakan sebagai teroris karena telah membuat suasana mencekam.

Hijabers, kalau ada dari kita yang bertanya mengapa terlalu banyak berita yang berkembang sangat tersebut, sangat memojokkan kaum muslim, firman Allah inilah salah satu yang bisa menjadi jawaban dari pertanyaan kita. “Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan rela kepada kamu sampai kamu mengikuti agama mereka ”. {QS. Al-Baqarah: 120} dan ayat lainnya Alloh Berfirman: “Kamu akan menjumpai manusia yang paling keras permusuhannya kepada orang-orang yang beriman (muslim) ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik.” (QS. Al-Ma’idah: 82).

Maha benar Allah dengan segala firmanNya...

Namun kesempurnaan Islam memanglah tidak akan terganti sampai kapanpun. Betapapun mereka melancarkan siasat kejam mereka demi memfitnah Islam, namun hal itu sama sekali tidak memberikan pengaruh. Semakin Islam dicaci, di fitnah dan dihujat, namun setiap hari jumlah pemeluk agama ini malah terus bertambah. Hal ini menyiratkan bahwa kesempurnaan Islam tidak bisa dikaburkan, walaupun banyak usaha dari musuh- musuhnya di lancarkan untuk mematikan langkah Islam itu sendiri.

Karena Islam berasal dari Tuhan semesta alam. Dan setiap hati manusia pasti mengakui dari mana fitrahnya dia berasal dan diciptakan. Karena itu, walaupun mulut manusia banyak yang mengingkari, menghujat dan memaki Islam bahkan dengan sebutan teroris, namun hati mereka tidak akan bisa mengingkari bahwa kebenaran Islam itu benar- benar nyata. Kecuali hati yang sudah tertutup dan mengeras karena dosa, serta atau dikunci mati oleh Allah.

Hijabers, semoga kita sebagai para muslimah sejati tidak menjadi bagian dari mereka yang dengan gampang menerima berita tanpa melihat lebih jauh dan belajar lebih banyak tentang kenyataan dan kebenaran yang ada. Aamiin.



RELATED ARTICLE