Agar Kita Mendapat Keberkahan Hidup | DiaryHijaber.com

Writer : Ratna. P. Sari Editor : BL

Agar Kita Mendapat Keberkahan Hidup

400 kali dilihat

Segala puji bagi Allah, satu- satu Zat yang Maha memberi Keberkahan. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita, keluarga dan sahabat beliau, serta orang- orang yang senantiasa mengikuti ajaran beliau.

 

Kawan, hidup yang penuh barokah adalah pasti menjadi dambaan semua orang. Namun kadang ada dari kita yang lalu “ngalap berkah” atau berharap barokah dari sesuatu atau makhluk hidup. Padahal makna barokah itu sendiri didalam Al Qur’an dan As Sunnah adalah langgengnya kebaikan, dan seluruh kebaikan tersebut itu hanya berasal dari Allah Ta’ala saja.

 

Hal ini sebagaimana firmanNya di dalam Al Quran, (yang artinya), “Katakanlah: “Wahai Tuhan yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu” (QS. Ali Imron: 26).

“Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, Maka dari Allah-lah (datangnya)” (QS. An Nahl: 53).

“Sesungguhnya karunia itu di tangan Allah” (QS. Ali Imron: 73).

 

Setelah kita mengerti semua itu kawan, maka untuk meraih barokah kitapun harus melakukan apa yang sesuai dengan yang Allah ta’ala perintahkan kepada kita. Karena sekali lagi bahwa datangnya barokah atau kebaikan hanyalah dari Allah saja, dan bukan yang lain. Jangan sampai kita berharap barokah dengan cara- cara yang justru bertolak belakang dengan apa yang Allah perintahkan kepada kita. Seperti contohnya berharap barokah dari kubur seseorang dengan mencium atau mengusap-usap kubur tersebut, walaupun itu adalah kuburan seorang Nabi sekalipun.

 

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan, “Para ulama kaum muslimin sepakat bahwa barangsiapa yang menziarahi kubur Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam atau menziarahi kubur para nabi dan orang sholih lainnya, termasuk juga kubur para sahabat dan ahlul bait, ia tidak dianjurkan sama sekali untuk mengusap-usap atau mencium kubur tersebut.”

Imam Al Ghozali mengatakan, “Mengusap-usap dan mencium kuburan adalah adat Nashrani dan Yahudi”

 

Dan bila terhadap kubur Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam saja kita tidak diperkenankan apalagi dengan kubur- kubur yang lain. Apalagi yang sambil disertai acara memohon dan memanjatkan keinginan kita disana. Karena hanya Allah saja yang bisa mengabulkan doa. Sehingga perilaku semacam itu akhirnya akan lebih dekat dengan kesyirikan.

 

Kawan, jika kita ingin meraih keberkahan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam caranya adalah dengan mengikuti setiap ajaran mulia beliau, sedangkan kepada orang sholih adalah dengan mengikuti ajaran kebaikan dan ilmu yang mereka ajarkan, yang sesuai dengan tuntunan Allah dan Rasul-Nya. InshaAllah dengan begitu, Allah pun akan menurunkan keberkahannya kepada kita. Allah berfirman, (yang artinya), “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (QS. Al A’rof: 96)

 

Semoga Allah selalu akan melimpahkan kepada kita banyak keberkahan yang akan membahagiakan hidup kita. Aamiin.


Artikel Terkait Lainnya..
Bercanda Dan Tertawalah!

RELATED ARTICLE