Allah Cuma Lihat Kualitas Takwa Kita | DiaryHijaber.com

Writer : NayMa Editor : NayMa

Allah Cuma Lihat Kualitas Takwa Kita

349 kali dilihat

Dalam Islam, perbuatan rasisme sangat amat dilarang sekali. Karena semua orang pada asalnya sama kedudukannya dan memiliki hak yang sama pula dalam banyak hal. Nggak boleh ada satu yang  di istimewakan sedang yang lain dihinakan hanya karena alasan perbedaan suku, ras, bangsa dan lain sebagainya.

kawan, Allah  sama sekali nggak melihat bagaimana bentuk fisik kita, derajat sosial kita, atau apapun dari kita. Tapi Allah hanya akan melihat kita dari seberapa besar niat kita untuk bertakwa kepadaNya.

Allah berfirman, (yang artinya), “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu” (Qs. Al-Hujurat: 13)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga pernah bersabda kepada Abu Dzar,“Lihatlah, engkau tidaklah akan baik dari orang yang berkulit merah atau berkulit hitam sampai engkau mengungguli mereka dengan takwa.”

Kawan, dulu ada sahabat Rasul yang bernama Bilal bin Rabah. Dia adalah pengumandang adzan pertama umat Islam. Dia juga adalah seorang mantan budak dan berkulit hitam legam. Tapi walaupun begitulah keadaan fisik dan derajat sosialnya, tapi dia telah dipersaksikan masuk surga secara khusus oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Jadi udah nggak banget deh, kalau kita mengklaim diri kita, suku kita, atau derajat sosial kita sebagai yang paling “yes” dari pada yang lain. Yang ada malah kita yang kelihatan nggak “yes” sama sekali.

Jangan bangga hanya karena kelebihan apapun yang diberikan Allah kepada kita, karena semua itu hanya akan sebentar saja kita nikmati, tapi pasti harus kita pertanggungjawabannya kepada Allah semuanya. Jangan terlena dengan apa yang nampak dengan mata kita, karena toh Allah nggak melihat itu semua. Kita sibukkan diri kita saja agar selalu sibuk mengurusi kualitas ikhlas kita, takwa kita, dan baiknya hati kita. Karena jika hati baik, maka akan baiklah fisik kita. Dan sebaliknya kalau hati sudah jelek, gampang mengajak ke maksiat dan ke arah keburukan, maka secantik apapun fisik kita juga lama kelamaan akan menjadi rusak.

Jadi sekali lagi, fokuskan diri kita untuk kebaikan dan perbaikan kualitas ikhlas kita, takwa kita, dan baiknya hati kita hanya karena Allah. Daripada kita lebih sibuk pada apa yang kurang dari kebutuhan fisik kita. Karena apapun yang kita inginkan dari dunia nggak bakal ada habisnya. Nggak bakal ada selesainya sampai kematian akhirnya menjemput kita.

Semoga Allah melindungi kita dari menjadi manusia yang lalai akan kualitas iman kita. Aamiin.  

 

(NayMa)

 



RELATED ARTICLE