Ayahku Seorang Pembohong | DiaryHijaber.com

Writer : NayMa Editor : NayMa

Ayahku Seorang Pembohong

368 kali dilihat

Dia adalah ayahku. Pahlawanku. Dia yang mengenalkan aku pada Robb-ku. Dia mengajarkanku juga agar nanti aku berlaku yang sama kepada keluargaku kelak. “Keluarga itu adalah amanah yang harus kita jaga untuk selalu berada di jalan Allah”. Begitulah nasehatnya

Dia adalah ayahku, yang menenangkan aku saat aku menangis. Dia juga yang memelukku dan menjelaskan bahwa semua yang terjadi di dunia ini hanyalah sekedar cobaan dari Robb-ku, agar aku menjadi lebih kuat. “Percayalah, Allah adalah selalu yang pertama yang sayang kepada kita”. Begitulah dia berkata.

Dialah ayahku, yang selalu menguatkan aku agar bisa kembali tegak berdiri saat aku merasa ingin menyerah. Dia yang meyakinkanku bahwa semua akan baik-baik saja. “Tenang saja, ayah akan membantumu” katanya

Dialah ayahku, yang selalu memastikan keamanan hidupku. Dia nggak akan membiarkan siapapun menggangguku, apalagi membuatku menangis. “Jangan takut lagi, ayah ada disini menjagamu” bilangnya

Dialah ayahku, yang selalu berusaha memenuhi apa yang aku minta. Bahkan saat aku rewel meminta dia nggak keberatan. “Sudahlah jangan menangis lagi. Ayah akan membelikannya untukmu. Ayo senyum cerianya mana?” tanyanya

Dialah ayahku, yang mengajarkan aku sebuah ketegasan. Yang mengajarkan aku untuk berani bilang “tidak” pada hal-hal yang akan merusakku. “Kamu harus menghargai dirimu sendiri, dan jangan malah merusaknya!” pesannya

Dialah ayahku, yang mengajarkanku untuk menghargai ibu dalam keadaan apapun.  Termasuk saat ibu sudah marah-marah kepadaku. “ibumu mungkin sudah capek, demi mengurus kita semua. Maklumilah!” jelasnya

Dialah ayahku, yang mengajarkanku tentang kasih sayang dan tanggung jawab hidup. Dia bahkan selalu berusaha memenuhi semua impianku, walau berarti dengan itu berarti dia harus berpikir lebih banyak untuk mendapatkan caranya. “Karena kamu dan ibumu memang adalah tanggung jawab ayah” begitulah alasannya

Dialah ayahku, yang sangat aku sayangi dan aku banggakan.

Tapi...

Ayahku adalah seorang pembohong...

Dia berbohong kalau dia nggak capek. Aku bisa melihat dengan jelas raut muka lelahnya sehabis bekerja di setiap harinya.

Dia berbohong kalau dia nggak sedih. Aku bisa melihat wajahnya yang kadang menyembunyikan air mata. Dia sering menangis diam-diam. Saat aku sakit, saat ibu sakit, atau saat kami dalam kekurangan.

Dia berbohong kalau dia kuat. Bahkan kadang aku menjumpai ayah yang merasa bingung dan kalut. Disembunyikannya semua itu, dari hadapan aku dan ibu. Dia tetap saja tersenyum kalau dihadapan kami. Dia hanya mau meyakinkan kalau semua akan baik-baik saja.

Dia berbohong kalau dia punya uang. Dia bilang dia akan memenuhi semua permintaanku, dan mewujudkan semua mimpiku. Da lalu dia bekerja sangat keras untuk itu agar bisa membuatku bahagia.

Dia bohong kalau dia selalu tenang-tenang saja. Dia sering terbangun di malam hari, lalu terdiam. Aku tahu dia sedang memikirkan banyak hal, yaitu tentang aku dan ibuku.

Dialah ayahku...

Ayahku yang pembohong, yang banyak berbohong demi kebahagiaanku dan ketenangan ibuku.

Aku sangat menyayangi ayahku. Dan aku berdoa semoga Allah selalu menjaganya, memberikan kesehatan dan kebahagiaan selalu kepadanya. Aamiin.  

 

(NayMa)



RELATED ARTICLE