"Balas Dendam" Buka Puasa | DiaryHijaber.com

Writer : NayMa Editor : NayMa

"Balas Dendam" Buka Puasa

242 kali dilihat

Momen buka puasa adalah momen yang pastinya ditunggu banget sama mereka yang lagi puasa. Secara, setelah seharian berlaar dan haus ria, mereka akhirnya bisa menikmati semua hidangan dan minuman yang tersedia. Tapi banyak dari kita yang lalu offside alias kebablasan dalam menikmati hidangan berbuka. Bahkan dari sebelum buka, dia sudah banyak memborong makanan dengan jumlah yang cukup buat “berjamaah”.

2 piring nasi plus lauk pauk masuk, es teh 2 gelas masuk, belum berjenis-jenis kuenya, belum buah dan kudapannya, belum juga bubur, jajanan dan berbagai spesiesnya. Semua tumpek blek mendarat di lambung yang sama.

Maka nggak heran bila setelah berbuka, yang ada jadi ngantuk banget, begah, dan susah jalan. Karena acara “balas dendam” sudah sukses sekali dilakukan. Tapi sayang, setelah itu sholat magrib dan isya' jadi susah, dan tarawihnya pun kebanyakan juga jadi terbengkalai. Karena badan jadi susah banget buat diajak kompromi, karena saking kenyangnya.

Kawan, jika kita memaknai bahwa puasa adalah ibadah kita kepada Allah, dimana dengan itu kita akan lebih dekat kepadaNya, maka hati juga lebih gampang diajak ikhlas karena Allah saja. Alhasil, rasa lapar dan haus memang akan terasa, tapi jauh lebih bisa terkontrol. Selanjutnya, akan jauh-jauh pula acara “gelap mata” setelah berbuka yang justru akan membawa penyakit buat diri kita.

Kitapun juga dengan gampang bisa mencontoh Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam yang sederhana dalam berbuka puasa. Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berbuka dengan ruthab (kurma muda) sebelum shalat, jika tidak ada ruthab, maka beliau berbuka dengan kurma, jika tidak ada kurma, beliau minum dengan satu tegukan air.” (HR Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Khuzaimah). 

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam mengajarkan kita aturan yang indah dalam menikmati porsi makan selama sahur dan berbuka dengan cara yang bijak. Dan hikmahnya adalah kita juga akan terhindarkan dari rasa tamak dalam menikmati semua hidangan yang tersedia.

Kawan, momen puasa nggak cuma akan sekedar menahan lapar dan haus saja. Tapi lebih dari itu, kita harus bisa menjadikan diri kita lebih baik dihadapan Allah, dan menjadi pribadi yang lebih indah dimasa depan. Jadi mari kita manfaatkan momen puasa Ramadhan yang hanya sekali setahun saja datangnya ini dengan semaksimal mungkin, agar jauh lebih bermakna. Salah satunya adalah dengan jauh-jauh dari acara balas dendam yang justru akan bawa susah buat kita. Lagi pula, sakit kenapa malah diundang buat datang ke hidup kita, sih? Bukankah justru dengan puasa kita berharap bisa lebih sehat dan iman kita jadi lebih baik saja? Jadi, yuk kontrol diri kita saat kita berbuka atau bersahur selama berpuasa di bulan Ramadhan ini. Setuju? 

 

(NayMa)

 

 


Artikel Terkait Lainnya..
Tarawih VS Buka Puasa Bersama

RELATED ARTICLE