Beginilah Kalau Semuanya Hanya Karena Allah | DiaryHijaber.com

Writer : NayMa Editor : NayMa

Beginilah Kalau Semuanya Hanya Karena Allah

245 kali dilihat

Manusianya manusia, sangat menyenangi pujian, dan akan tersinggung dengan yang bernama hinaan. Karena pujian itu berarti orang lain mengakui kelebihan mereka, dan penghinaan berarti merendahkan atau menyepelekan. Khusus untuk sebuah hinaan itu, reaksi yang mereka lakukan bermacam-macam. Tapi kebanyakan mereka akan marah dan atau berakhir dengan konflik.

Tapi hal ini hanya terjadi pada orang yang hatinya jauh dari Allah. Karena bagi mereka yang terbiasa menautkan pikiran hati dan kehidupannya hanya pada Allah, maka mereka akan mudah untuk mengendalikan diri mereka. Mereka melakukan segala yang dikerjakan hanya karena Allah, dan mereka dengan mantab memelihara niat itu. Sebagai akibatnya, mereka nggak mudah tersinggung apabila menerima hinaan. Pun demikian halnya apabila mereka menerima pujian setinggi langit. Karena bagi mereka pujian dan atau hinaan manusia itu nggak ada gunanya. Karena memang bukan itu tujuan dari semua aktivitas yang mereka lakukan.

Yang mereka lakukan adalah hanya demi mendapat ridho Robb-nya. Yang mereka harapkan adalah membahagiakan Robb-nya. Yang mereka cita-citakan adalah terlihat lebih baik dihadapan Robb-nya. Itu saja. Walaupun masih ada kekurangan disana-sini, tapi mereka bahagia melakukan itu. Dan ketika kekurangan atau “cacat” itu terlihat didepan manusia dan diapun akhirnya mendapatkan hinaan,  diapun dengan gampang legowo atau berbesar hati menerima, dan lalu melakukan perbaikan itu.

Walaupun mungkin dihatinya sempat tersinggung, namun imannya kepada Allah mengatakan kepadanya “bahwa dia seharusnya berbahagia, karena dalam hinaan, makian dan cacian orang lain itu juga ada pahala baginya, jika dia mau bersabar. Sedang orang yang telah menghinanya, akan memiliki sendiri upah dari urusan yang dibuatnya sendiri tersebut. Bukan balas dendam yang diberikannya untuk orang itu, namun keadilan Allah sendirilah yang akan orang jahat itu tuai suatu hari."

Setelah itu, jiwa hamba yang beriman itu lalu akan indah kembali. Mood-nya akan ceria kembali, tanpa ada rasa marah apalagi dendam. Maka benarlah firman Allah di dalam Al Quran, (yang artinya), “(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati-hati mereka menjadi tenteram dengan berdzikir (mengingat) kepada Allah. Ingatlah, hanya dengan berdzikir (mengingat) kepada Allah-lah, hati akan menjadi tenteram”. [Qs. Ar Ra’d : 28].

Urusan dunia tidak akan gampang mengganggu pikirannya. Tapi urusan dengan Allah sedikit saja yang terusik, maka akan galaulah hatinya. Dan itulah praktek kesungguhan iman yang ada di hatinya.

Akhirnya orang lain yang berada didekatnya pun ikut merasakan ketenangan itu. Mereka juga turut berbahagia karena rasa adem dari imannya para hamba yang beriman kepada Allah tersebut. Akhirnya merekapun disayang oleh manusia disekitarnya, dan kedatangannya pun selalu ditunggu oleh mereka. Begitulah keadaan orang-orang yang memiliki keimanan yang kuat, dan selalu meniatkan bahwa hidupnya dan segala apa yang dilakukan di dalamnya hanyalah karena Allah.

 

(NayMa)



RELATED ARTICLE