Beginilah Kita Yang Sebenarnya | DiaryHijaber.com

Writer : NayMa Editor : NayMa

Beginilah Kita Yang Sebenarnya

276 kali dilihat

Nabi pernah ditanya oleh Jibril tentang ihsan. Beliau lalu bersabda, “Yaitu engkau beribadah kepada Alloh seolah-olah engkau melihat-Nya, maka apabila kamu tidak bisa (beribadah seolah-olah) melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu” (Hr. Muslim)

Kawan, pesan yang diberikan oleh teladan kita ini adalah sangat berharga buat kita. Salah satu hikmahnya adalah agar kita belajar menghargai diri kita sendiri. Kalau kita senantiasa melakukan segala ibadah kita hanya karena Allah, dan kalau kita percaya kalau Allah selalu melihat kita, maka ada orang atau tidak yang sedang mengawasi kita, kita akan tetap lurus-lurus saja dalam aturan yang ada. Kita tetap saja melakukan ibadah kita dengan tenang dan tanpa berharap pujian. Lama kelamaan akhirnya orang-orang disekitar kita mengenali kebiasaan kita tersebut. Di akhir cerita, mereka jadi lebih nyaman dengan adanya kita, bahkan mensyukuri keberadaan kita.

Seperti yang kita tahu bahwa jaman sekarang ini begitu banyak orang yang justru lebih takut dalam pengawasan manusia dari pada pandangan Robbnya. Nggak hanya itu, bahkan dalam aktivitas ibadah sekalipun mereka banyak melakukan hanya demi sebuah pujian atau sanjungan. Semua ini bisa terjadi salah satu alasannya adalah karena Allah dibilangnya nggak terlihat nyata di depan mata mereka. Padahal Allah adalah Ar-Raqiib atau yang Maha mengawasi kita, bahkan dalam keadaan kita terjaga sekalipun. Dia juga tahu bahkan sesuatu yang tersembunyi di dalam hati, dan atau yang di utarakan dengan lisan kita.

Allah Ta’ala berfirman, (yang artinya),

“Sesungguhnya Allah Maha Mengawasi kamu sekalian” (QS. An-Nisaa’:1).

“Dan adalah Allah Maha Mengawasi segala sesuatu” (QS. Al-Ahzaab:52).

Melihat hal itu, kita jadi merasa beruntung sebagai seorang muslimah. Kita diajari untuk tetap baik dan tetap taat walaupun lagi sendiri atau dalam keramaian. Itulah akhlak muslimah sejati. Allah senantiasa ingin kita menjadi orang yang jujur dan terjaga kehormatan kita. Nggak seperti mereka yang tidak mengenal Allah, dan lalu hanya sekedar baik kalau ada maksudnya, dan kalau ada orang disampingnya. Kebaikan mereka adalah hanya sekedar palsu, karena ketika mereka telah sendiri, jati diri mereka yang asli akan keluar, yaitu berbalik dari yang sudah mereka tampilkan di luaran.

Orang dengan sifat ini lama-lama akan merasakan kalau hidup mereka berat. Gimana nggak berat, tiap hari mereka harus hidup dalam drama yang mereka buat sendiri. Ya nggak sih?

Maka dari itu, kita harusnya bersyukur banget bahwa Rasulullah Shalalallahu ‘alaihi wasallam telah mengajarkan kepada kita tentang konsep ihsan ini dalam hidup kita. Kita bisa tampil apa adanya, karena kita jujur dan apa adanya luar dalam. Sehingga kita bisa merasakan hidup yang merdeka dan atau tanpa beban. Dan kebaikan selanjutnya adalah kitapun bisa dikenali oleh orang sebagai sosok yang bisa dipercaya, karena toh saat kita sendiri dan tanpa ada mata manusia yang mengawasi sekalipun kita bisa tetap jujur dan bertingkah laku baik. Kitapun tetap ada dalam ketaatan kita, tanpa ada tendensi untuk mendapatkan pujian dari manusia. 

 

(NayMa)



RELATED ARTICLE