Belajar MengEsakan Allah | DiaryHijaber.com

Writer : NayMa Editor : NayMa

Belajar MengEsakan Allah

188 kali dilihat

Gue udah syahadat, udah jadi muslim. Trus ngapain? Kali’ banyak dari kita yang punya masalah yang sama. Kita pengen banget belajar tentang Islam, tapi bingung awalannya kudu mulai dari mana dulu.

Kawan, Islam itu adalah berserah diri pada Allah dengan mentauhidkan-Nya atau mengesakanNya, patuh kepada-Nya dengan melakukan ketaatan dan berlepas diri dari syirik dan pelaku syirik. Dengan bertauhid yang benar, inshaAllah amal ibadah kita juga akan diterima oleh Allah Ta’ala.

Di dalam Al Quran tertulis (yang artinya), Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ibadah kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.” (QS. Al Bayyinah: 5).

“Maka barangsiapa yang mengharapkan perjumpaan dengan Tuhannya hendaklah dia beramal shalih dan tidak mempersekutukan sesuatu apapun dengan-Nya dalam beribadah kepada-Nya.” (QS. Al Kahfi: 110)

Setelah kita bersyahadat kita harus belajar untuk bertauhid yang benar. Dan yang begini memang kudu kita amalkan dalam perbuatan kita yang nyata. Salah satunya adalah berlepas diri dari syirik dan pelaku syirik. Karena seorang muslim harus membenci apa yang tidak disukai Allah dan mencintai apa dan siapa yang Allah cintai pula. Seperti yang telah Nabi Ibrahim ‘alaihis salam contohkan kepada kita, dimana beliau dan orang-orang yang bersama beliaupun juga berlepas diri dari orang-orang musyrik. Al Quran mengabadikan semua itu didalam Surat Al Mumtahanah ayat 4, (yang artinya),

“Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada kaum mereka: "Sesungguhnya kami berlepas diri daripada kamu dari daripada apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja. Kecuali perkataan Ibrahim kepada bapaknya: "Sesungguhnya aku akan memohonkan ampunan bagi kamu dan aku tiada dapat menolak sesuatupun dari kamu (siksaan) Allah". (Ibrahim berkata): "Ya Tuhan kami hanya kepada Engkaulah kami bertawakkal dan hanya kepada Engkaulah kami bertaubat dan hanya kepada Engkaulah kami kembali"

Jadi yuk mulai sekarang kita belajar buat meluruskan tauhid kita dulu, agar keislaman kita bisa lebih baik, sekaligus kita terhindar dari acara taklid buta atau “menuhankan sesuatu” dan mencintai sesuatu seperti kita mencintai Allah, mengikuti ajaran tanpa landasan dalil, dan atau sembarangan saja mengambil pendapat-pendapat orang dalam permasalahan agama. Selain itu juga terlalu berlebih-lebihan dalam menghormati orang-orang saleh, merasa bahwa mereka sempurna diatas segala manusia, dan juga terlalu patuh pada ajaran nenek moyang kita walaupun hal yang mereka lakukan itu nggak disukai oleh Allah. Seperti yang tertulis di dalam Al Quran, (yang artinya), “Dan apabila dikatakan kepada mereka: ‘Ikutilah wahyu yang diturunkan Tuhan kepada kalian!’ Mereka justru mengatakan, ‘Tidak, tetapi kami tetap akan mengikuti apa yang kami dapatkan dari nenek-nenek moyang kami’ (Allah katakan) Apakah mereka akan tetap mengikutinya meskipun nenek moyang mereka itu tidak memiliki pemahaman sedikit pun dan juga tidak mendapatkan hidayah?” (QS. Al Baqarah: 170).

Jadi ayo banyak-banyak belajar tentang cara mengesakan Allah, dan lalu juga belajar menerapkannya dalam hidup kita, agar ridho Allah hadir dalam hidup kita. Biar kita senantiasa hidup nyaman, dan damai sentosa di lahir dan batin kita. Setuju?

 

(NayMa)



RELATED ARTICLE