Berbakti Kepada Orang Tua Yang telah Tiada | DiaryHijaber.com

Writer : Ratna. P. Sari Editor : BL

Berbakti Kepada Orang Tua Yang telah Tiada

383 kali dilihat

(DiaryHijaber.com) - Orang tua adalah yang paling berjasa dalam hidup kita. Namun mereka tidak pernah meminta balasan ataupun imbalan atas apa yang telah mereka lakukan untuk kita, bahkan sampai mereka meninggal dunia. Tapi sebagai anak, kita mesti belajar untuk tahu diri tentang bagaimana menjadi anak yang baik. Salah satunya adalah memenuhi kewajiban kita kepada mereka, ketika mereka telah tiada tersebut.

 

Dari Abu Darda radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, "Orang tua adalah pintu surga paling tengah. Kalian bisa sia-siakan pintu itu atau kalian bisa menjaganya.” (HR. Tirmidzi)

 

Al-Qadhi Baidhawi mengatakan, “Bakti pada orang tua adalah pintu terbaik dan paling tinggi untuk masuk surga. Maksudnya, sarana terbaik untuk masuk surga dan yang mengantarkan pada derajat tertinggi di surga adalah lewat mentaati orang tua dan berusaha mendampinginya. Ada juga ulama yang mengatakan, ‘Di surga ada banyak pintu. Yang paling nyaman dimasuki adalah yang paling tengah. Dan sebab untuk bisa masuk surga melalui pintu tersebut adalah melakukan kewajiban kepada orang tua.’

 

Dan salah satu kewajiban kita sebagai seorang anak ketika orang tua kita telah tiada adalah mendoakan mereka agar diampuni dosa- dosanya, memenuhi janji mereka yang belum sempat mereka tunaikan saat mereka masih hidup, serta menjalin hubungan silaturahim yang dahulu terputus, dan memuliakan teman dekat keduanya.”

 

Dan mengenai menyambung silaturahim ini, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda,

Dari Abu Usaid Malik bin Rabi’ah As-Sa’idi, ia berkata,

“Suatu saat kami pernah berada di sisi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ketika itu ada datang seseorang dari Bani Salimah, ia berkata, “Wahai Rasulullah, apakah masih ada bentuk berbakti kepada kedua orang tuaku ketika mereka telah meninggal dunia?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Iya (masih tetap ada bentuk berbakti pada keduanya, pen.). (Bentuknya adalah) mendo’akan keduanya, meminta ampun untuk keduanya, memenuhi janji mereka setelah meninggal dunia, menjalin hubungan silaturahim (kekerabatan) dengan keluarga kedua orang tua yang tidak pernah terjalin dan memuliakan teman dekat keduanya.” (HR. Abu Daud dan Ibnu Majah)

 

Selain itu, bentuk pemenuhan kewajiban dan pengabdian kita ketika orang tua telah meninggal dunia adalah bersedekah atas nama orang tua kita yang telah meninggal dunia tersebut.

 

Dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata,

“Sesungguhnya ibu dari Sa’ad bin ‘Ubadah radhiyallahu ‘anhu meninggal dunia. Sedangkan Sa’ad pada saat itu tidak berada di sisinya. Kemudian Sa’ad mengatakan, ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya ibuku telah meninggal, sedangkan aku pada saat itu tidak berada di sampingnya. Apakah bermanfaat jika aku menyedekahkan sesuatu untuknya?’ Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ‘Iya, bermanfaat.’ Kemudian Sa’ad mengatakan pada beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, ‘Kalau begitu aku bersaksi padamu bahwa kebun yang siap berbuah ini aku sedekahkan untuknya’.” (HR. Bukhari)

 

Semoga Allah memudahkan kita untuk bisa mengamalkan kewajiban kita kepada orang tua ini, agar kita juga dipermudah masuk surga Allah kelak. Aamiin.

 

 



RELATED ARTICLE