Bercanda Dan Tertawalah! | DiaryHijaber.com

Writer : NayMa Editor : NayMa

Bercanda Dan Tertawalah!

187 kali dilihat

Hidup kadang kudu dibawa asyik aja. Secara, kalau dipikir berat melulu, yang ada kita jadi lebih susah menemukan jalan keluar dari masalah kita. Salah satu menemukan cara yang asyik-asyik itu adalah dengan sebuah canda dan tawa gembira.

Tapi ada yang bilang kalau bercanda dan tertawa itu nggak diperbolehkan di dalam aturan Islam. Yuuhuu kata siapa? Dulu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun pernah tertawa dan bercanda. Diriwayatkan dari Al-Hasan radhiallahu ‘anhu, dia berkata, “Seorang nenek tua mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Nenek itu pun berkata, ‘Ya Rasulullah! Berdoalah kepada Allah agar Dia memasukkanku ke dalam surga!’ Beliau pun mengatakan, ‘Wahai Ibu si fulan! Sesungguhnya surga tidak dimasuki oleh nenek tua.’ Nenek tua itu pun pergi sambil menangis. Beliau pun mengatakan, ‘Kabarkanlah kepadanya bahwasanya wanita tersebut tidak akan masuk surga dalam keadaan seperti nenek tua. Sesungguhnya Allah ta’ala mengatakan: Sesungguhnya kami menciptakan mereka (Bidadari-bidadari) dengan langsung. Dan kami jadikan mereka gadis-gadis perawan. Penuh cinta lagi sebaya umurnya.”

Kawan, kalau kita nggak bisa tertawa dan bercanda, kadang justru pengaruh buruk dari hal yang bernama suntuk dan bosan akan datang kepada kita.

Bercanda dan tertawa boleh saja asal nggak yang berlebihan, karena hal itu juga akan gampang mengantar kita pada kelalaian dan dan keburukan. Selain itu pastikan kalau canda tawa kita nggak pakai acara offside, salah satunya adalah adanya acara bohong membohongi, serta bernada “ejekan” hal agama kita. Waduh, yang begini ternyata riskan banget, pemirsa.

Diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, bahwa para sahabat pernah berkata kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Ya Rasulullah! Sesungguhnya engkau sering mencandai kami.” Lalu beliau pun berkata“Sesungguhnya saya tidaklah berkata kecuali yang haq (benar)”

“Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan manjawab, “Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja.” Katakanlah: “Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?” Tidak usah kamu minta maaf, Karena kamu kafir sesudah beriman. jika kami memaafkan segolongan kamu (lantaran mereka taubat), niscaya kami akan mengazab golongan (yang lain) disebabkan mereka adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa.” (Qs. At-Taubah : 65-66)

Jadi, bercanda dan tertawalah untuk sedikit menghibur jiwa kita, kita. Mood kita akhirnya juga bakal lebih asyik dan tegang melulu kan?. Tapi jangan sampai hati kita malah mati karena porsi tertawa dan bercanda yang overload alias kebablasan, dan atau kita malah kena masalah gara-gara cara bercanda yang nggak pas dengan aturan Islam.

Semoga Allah membawa kita pada kebahagiaan hidup agar kita bisa ringan tertawa, namun selalu melindungi kita semua juga dari hal-hal yang membahayakan dari sebuah canda dan tawa. Aamiin

 

(NayMa)



RELATED ARTICLE