Bersumpah Dengan Menyebut Nama Selain Allah | DiaryHijaber.com

Writer : Ratna. P. Sari Editor : BL

Bersumpah Dengan Menyebut Nama Selain Allah

414 kali dilihat

(DiaryHijaber.com) - Memang lidah kadang tidak bertulang. Dan dari lidahlah kita banyak tahu kualitas iman dan hati seseorang. Ibarat kata, teko yang berisi teh, tidak akan mungkin lalu mengeluarkan kopi ketika teko tersebut kita tuangkan isinya di dalam gelas. Seseorang dengan hati yang baik, yang mengagungkan Allah tidak akan mungkin gampang memaki, atau bergosip ataupun mengeluarkan kata- kata jahat yang tidak sepantasnya.

 

Selain itu, hati yang terpaut dengan Allah juga tidak akan mungkin gampang bersumpah dengan menyebut nama sesuatu yang selain Allah ta'ala. Sebagai contoh, “Demi ... aku bersumpah”, " sumpah demi..." dan lain -lain. Karena dengan imannya dia bisa memahami dan mengerti bahwa hal itu adalah sebuah bentuk kesyirikan yang sangat dimurkai Allah Ta’ala. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda yang artinya,”Barangsiapa bersumpah dengan nama selain Allah, maka ia telah berbuat kekafiran atau kesyirikan.” (HR. Tirmidzi dan Hakim)

 

Dengan bersumpah selain dengan nama Allah, berarti kita telah mengagungkan selain Allah Ta’ala dengan suatu pengagungan yang hanya layak diperuntukkan kepada Allah Ta’ala. Dan hal ini akan membuat kita terjatuh dalam syirik akbar atau syirik yang mengeluarkan seseorang dari Islam. Tapi apabila kita bersumpah namun dengan tidak meyakini keagungan sesuatu yang kita jadikan sumpah tersebut sebagaimana keagungan Allah Ta’ala, maka kita telah terjatuh dalam syirik ashgor atau  syirik kecil. Dan untuk menjadi perhatian kita bahwa syirik kecilpun, dosanya lebih besar dari dosa besar.

 

Karena itulah kawan, kita patut berati- hati dengan perkara yang banyak disepelekan orang ini. Karena syirik adalah suatu perbuatan dosa yang lebih sulit atau sangat samar untuk dikenali daripada jejak semut yang merayap di atas batu hitam di tengah kegelapan malam. Namun demikian syirik adalah dosa besar yang bahkan tidak mendapat pengampunan dari Allah yang maha pengampun. Naudzubillah.

 

Allah Ta’ala telah berfirman yang artinya, ”Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa syirik, dan dia mengampuni dosa yang berada di bawah syirik bagi siapa yang dikehendaki-Nya" (QS. An Nisa: 116)

 

Karena itu kawan, teramatlah penting bagi kita untuk selalu belajar tentang aqidah, karena aqidah adalah poros dari seluruh urusan dalam agama kita. Apabila aqidah kita lurus, maka urusan kita yang lainpun akan benar. Namun bila aqidah kita rusak, bisa dipastikan urusan yang lainpun akan rusak.

 

Selain itu, mari kita juga bersama- sama belajar tentang cara mengkontrol lidah kita, agar tindakan dari lidah kita tidak akan menjerumuskan kita kedalam neraka. Seperti pesan yang telah disampaikan ole Nabi kita, (yang artinya), ”Boleh jadi seseorang mengucapkan suatu kata yang diridhai Allah namun tidak ia sadari, sehingga karena ucapannya ini Allah mengangkat derajatnya. Namun boleh jadi seseorang mengucapkan suatu kata yang dimurkai Allah dan tidak ia sadari, sehingga karena ucapannya ini Allah memasukkannya dalam neraka.” (HR. Bukhari)

 

Dan apabila kita merasa pernah melakukan syirik yang samar ini disebabkan ketidak tahuan kita, maka mari kita memohon ampun seraya bertaubat atas kesalahan kita tersebut dengan do’a yang pernah diucapkan Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam:

 

’Allahumma inni a’udzubika an usyrika bika sya’an wa ana a’lamu wa astaghfiruka minadz dzanbilladzi laa a’lamu’

Yang artinya : “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari perbuatan menyukutukan-Mu dengan sesuatu padahal aku mengetahuinya. Aku juga memohon ampunan kepada-Mu dari kesyirikan yang tidak aku sadari (HR. Ahmad).

 

 



RELATED ARTICLE