Bertaubatlah, Selagi Masih Diterima Allah | DiaryHijaber.com

Writer : Ratna P Sari Editor : BL

Bertaubatlah, Selagi Masih Diterima Allah

238 kali dilihat

Manusia adalah makhluk yang lemah, banyak melakukan kesalahan serta tidak dapat terhindar dari kekhilafan, kecuali bagi mereka yang mendapatkan rahmat dan hidayah dari Allah. Manusia juga suka lupa, lupa diri, lupa bersyukur, bahkan lupa kalau dirinya hanyalah seorang hamba yang seharusnya patuh dan taat kepada Tuhannya. 

Karena itulah sudah menjadi kewajiban kita untuk selalu meminta maaf dan berusaha sekuat tenaga untuk lagi dan lagi kembali ke jalan Allah, lagi dan lagi. Karena hidup di dunia intinya adalah untuk beribadah, serta mengabdi hanya kepada Allah.

Allah Ta’ala berfirman, “Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyaat: 56).

Hijabers, waktu hidup yang kita punya sekarang sebenarnya adalah sangat terbatas. Kita tidak tahu sampai kapan semua ini akan berakhir. Dan waktu tidak akan menunggu kita untuk bertaubat dan kembali ke jalan Allah. Dia akan berlalu walaupun kita masih tetap buruk atau sudah kembali baik. 

Kesempatan hidup jangan sampai kita sia-siakan apalagi kita biarkan untuk berakhir dalam kemaksiatan yang dibenci Allah. Dan menjadi manusia yang taat sebenarnya bukan sebuah pilihan melainkan keharusan karena hakikatnya kita sedang dalam persiapan untuk sebuah perjalanan abadi di akherat nanti, dimana tidak ada penolong dan pemberi keselamatan kecuali atas izin Allah Subhanahu Wata’ala. 

Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun (beristighfar) terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal.” (QS. Ali Imran: 135-136).

Mari kita selamatkan diri kita sendiri dan kita bahagiakan diri kita ini dengan taubat dan istighfar kepada Allah. Agar kita tidak termasuk orang-orang yang aniyaya pada diri sendiri dan menderita penyesalan dan kerugian di akherat yang abadi nanti. Sesungguhnya Allah sangat mencintai taubat kita, melebihikegembiraan seseorang di antara kalian yang berada di atas kendaraannya dan berada di padang pasir.

Sesungguhnya Allah sangat gembira dengan taubat hamba-Nya ketika ia bertaubat pada-Nya melebihi kegembiraan seseorang di antara kalian yang berada di atas kendaraannya dan berada di suatu tanah yang luas (padang pasir), kemudian hewan yang ditungganginya lari meninggalkannya. Padahal di hewan tunggangannya itu ada perbekalan makan dan minumnya. Sehingga ia pun menjadi putus asa. Kemudian ia mendatangi sebuah pohon dan tidur berbaring di bawah naungannya dalam keadaan hati yang telah berputus asa. Tiba-tiba ketika ia dalam keadaan seperti itu, kendaraannya tampak berdiri di sisinya, lalu ia mengambil ikatnya. Karena sangat gembiranya, maka ia berkata, ‘Ya Allah, Engkau adalah hambaku dan aku adalah Rabb-Mu.’ Ia telah salah mengucapkan karena sangat gembiranya.” (HR. Muslim).

Laa ilaaha illa anta. Subhaanaka, innii kuntu minaz zhaalimiin

“Tiada Tuhan melainkan Engkau (ya Allah)! Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah dari orang-orang yang menganiaya diri sendiri.” (QS Al-Anbiya’ : 87).



RELATED ARTICLE