Berziarah Mengingatkan Kematian | DiaryHijaber.com

Writer : Someone Editor : Someone

Berziarah Mengingatkan Kematian

589 kali dilihat

Setiap manusia pasti akan mati. Entah kapan, dimana, masih muda atau sudah tua, maka bila jadwal kematian telah datang, maka maut tersebut pasti akan menghampirinya. Dan sebagai seseorang yang meyakiniakan kepastian hari itu, maka sudah selayaknya kita tidak terlalu larut dalam dunia yang fana, dan banyak- banyak mengingat kematian. Salah satu cara untuk melakukan hal tersebut adalah dengan “ziarah kubur”, yaitu mengunjungi makam keluarga, atau kerabat, yang telah meninggal dunia mendahului kita.

Dalam islam, kegiatan ziarah kubur ini diperbolehkan. Beliau Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Aku dahulu pernah melarang kalian ziarah kubur, maka (sekarang) ziarahlah kalian.” (HR. Muslim)

Keumuman lafadz ”maka (sekarang) ziarahlah kalian”, tidak hanya untuk para laki- laki tetapi juga mencakup para wanita. Karena ketika Nabi melarang ziarah kubur pada masa awal Islam, maka hal itu mencakup laki-laki dan wanita. Oleh karena itu, ketika Beliau mensabdakan ”maka(sekarang) ziarahlah kalian”, dapat dipastikan bahwa yang dimaksud Beliau adalah kedua jenis ini (laki-laki dan wanita) juga.

Sementara itu, Nusaibah binti Al-Harits atau Ummu‘ Athiyyah, salah satu pejuang islam dan shahabiyah di zaman Rasulullah SAW berkata Kita dilarang untuk mengikuti jenazah (ke pemakaman), namun beliau tidak bersungguh-sungguh (dalam melarang).”

Dari perkataan Beliau di atas, mayoritas ulama berpendapat bahwa ziarah kubur adalah makruh bagi para wanita. Makruh adalah suatu perkara yang dianjurkan untuk tidak dilakukan akan tetapi jika dilakukan tidak berdosa dan jika ditinggalkan akan mendapat pahala dari Allah Subhanahu Wata’ala. Ziarah kubur ini dimakruhkan untuk wanita sebab wanita lebih gampang menangis, bersedih, berteriak dan meronta, disebabkan perasaannya lembut, dan lebih sulit menghadapi musibah. Hal ini dikhawatirkan dapat membawa keburukan bagi si wanita tersebut dan juga orang lain. Wallahu’alam.






Writer : Ratna P Sari

Editor : BL



RELATED ARTICLE