Buat Kamu Yang Sedang Aku Omongin Sama Allah | DiaryHijaber.com

Writer : NayMa Editor : NayMa

Buat Kamu Yang Sedang Aku Omongin Sama Allah

443 kali dilihat

Assalamuallaikum...

Tulisan ini aku buat khusus untukmu... 

Dulu, awalnya aku nggak tahu siapa kamu. Kamu adalah orang asing yang dikehendaki Allah datang dalam hidupku, dan lalu menjadi temanku. Banyak momen kita lalui. Banyak situasi kita hadapi. Nggak jarang, kamupun akhirnya turun tangan bantu aku yang kadang suka manja ini.

Sifatmu teguh dan mengayomi. Kau juga humoris namun bisa sangat tegas. Selain itu kau penuh tanggung jawab dan juga cerdas. Namun dari banyak kelebihanmu itu, keimanan dan keindahan akhlakmu lah yang paling aku sukai.

Dan kini, nggak tahu kenapa Allah akhirnya “bercanda” denganku. Dia menumbuhkan rasa sukaku kepadamu.

Aku menyukai caramu takut pada Tuhanmu. Karena itulah kau selalu menundukkan pandanganmu kepadaku. Bahkan saat berada di dekatku pun kau tak mau langsung menatapku. Ketika aku protes, kau malah dengan baik bilang “Bagaimana aku bisa menjawab jika nanti di akhirat Tuhanku bertanya, bagaimana aku menggunakan nikmat mataku ini? apakah aku harus menjawab sudah aku pakai untuk melihat wanita yang bukan hak ku?”.

Aku juga suka caramu menghargaiku. Kamu tidak pernah sekalipun mau menyentuhku, walaupun sebatas menjabat tanganku. Saat aku tanya, kau hanya bilang, “Wanita dalam Islam adalah seperti tuan putri yang nggak semua orang boleh memegang, kecuali oleh yang berhak”.

Selain itu, aku sangat suka caramu mengingatkanku. Kau menyadari bahwa ketika seorang wanita di “luruskan” dengan paksa, maka akan makin bandel lah dia. Tapi ketika wanita diperingatkan dengan halus, kadang tetap lalailah dia. Maka kaupun hanya menyindir dengan cara yang indah. “Aku nggak sedang mengguruimu atau memerintahmu. Aku hanya memperingan diriku sendiri, saat nanti aku ditanya Allah tentang mengapa aku tidak memperingatkan saudaramu yang sedang salah”

Jleb! Semua kata-kata yang keluar dari mulutmu benar-benar memberi kesan yang mendalam dan menohok aku dalam-dalam. Tapi anehnya aku sama sekali tidak tersinggung dan malah sebaiknya. Ah, memang Allah benar-benar sedang bercanda denganku.

Aku juga suka caramu bertutur kata dengan lembut, caramu beretika, sopan santun dan berendah hati dihadapan siapapun. Ah, memang Allah benar-benar sedang bercanda denganku.

Dan kini akhirnya aku menyebutmu didalam doaku. Aku mendoakan semoga kau adalah jodohku. Hee... aneh memang doaku ini. Karena sebenarnya aku juga sudah tahu bahwa jodoh sudah ditakdirkan oleh Allah, bahkan sebelum kita lahir. Tapi entah kenapa aku masih nekat saja. Hee... cinta memang buta.

Tapi aku tidak mau buta. Seperti kamu yang aku tahu juga mungkin menyukaiku. Namun logisnya pikiranmu tentang belum halalnya aku untukmu, dan imanmu kepada Allah itu yang tetap membuatmu terjaga dari kebutaan dan lamunan karena cinta.

Kamu bukan hanya temanku, orang yang aku sukai, tapi juga orang yang memberikan nasehat nyata dalam banyak perilaku baikmu sehari-hari. Maka pantaslah bila kini aku menyebutmu dalam doaku sebagai yang aku harapkan untuk masa depanku. Tapi aku memasrahkan semua hanya kepadaNya, tentang jalan hidupku selanjutnya. Jikapun memang ternyata kita tidak berjodoh, aku akan tetap berpikir bahwa itulah yang terbaik dari Allah untukku. Seperti yang selalu kamu bilang, bahwa “kita punya kehendak, dan Allah juga punya kehendak. Tapi kehendak Allah sajalah yang akan terjadi. Dan itu pasti yang terbaik bagi kita. Karena Allah saja yang Maha Tahu segala yang kita tidak tahu.”

Semoga Allah senantiasa memberi yang terbaik untukmu dan untukku. Dan tetap menjaga keimanan kita agar selalu lebih mendahulukanNya dari pada apapun yang kita suka. Aamiin

Dariku...

Yang Mendoakanmu.  

 

(NayMa)

 



RELATED ARTICLE