Buat Mereka yang Hobi Membahas Orang Lain, Tapi Lupa Aib Diri Sendiri | DiaryHijaber.com

Writer : NayMa Editor : NayMa

Buat Mereka yang Hobi Membahas Orang Lain, Tapi Lupa Aib Diri Sendiri

200 kali dilihat

Cewek itu identik dengan bahasa verbalnya. Mereka biasanya asyik banget kalau sudah ngobrol bareng teman dan atau sahabatnya. Bahasan tentang apapun seakan nggak habis buat dibahas. Waktu rasanya cepat berlalu dan nggak terasa udah mau ganti hari aja, hee..

Tapi kawan, sadarkah kita bahwa kadang diantara pembicaraan kita biasanya terselip tentang acara kupas tuntas aib orang lain juga? Bahkan kalau kita rasa aibnya masih kurang gress buat dibahas, kita kulik-kulik aja kekurangan dia yang lain, biar tambah ramai aja suasananya. Walaupun kita juga belum pasti mengerti tentang kebenaran dari hal yang kita bicarakan tersebut. Ya, hal seperti ini yang biasanya kurang kita sadari karena saking asyiknya kita ngobrol bareng teman-teman kita.

Padahal Allah selalu mendengar apa-apa yang kita ucapkan. Termasuk pembicaraan kita pada orang lain, dan termasuk isyarat hati kita tentang prasangka buruk kita pada orang lain. Allah sangat Maha Tahu, walaupun orang lain yang kita bicarakan dan kita prasangkai itu sama sekali nggak tahu.  Allah benar-benar melarang kita mengarang indah tentang sebuah kesalahan yang sebenarnya belum jelas kita ketahui kebenarannya.

Allah Ta’ala berfirman, (yang artinya),  “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan berprasangka, karena sesungguhnya sebagian tindakan berprasangka adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain” (Qs. Al-Hujurat : 12)

Kawan, dari pada kita sibuk ngobrol tentang orang lain, dan kehidupan mereka berikut kekurangan dan kelebihan diri mereka, mending kita banyak-banyak berkaca tentang hidup kita sendiri. Masih banyak lho yang harus kita benahi dan kita perbaiki dari hidup kita ini. Walaupun nggak ada yang namanya manusia sempurna, tapi paling nggak kita bisa belajar untuk meminimalisir kejelekan kita sendiri.

Mengobrol dan mengobral tentang kekurangan orang lain, hanya akan seperti menguliti diri kita sendiri. Dan juga menjelaskan kepada diri kita dan orang lain, kalau seperti itulah ternyata kualitas kita sebenarnya.

Semut di sebrang lautan kadang kelihatan banget, kawan. Kalau nggak kelihatan, kita malah bela-belain buat menyeberang laut dan memastikan dia ada atau nggak. Tapi anehnya gajah yang segede gambreng, malah kita rabun melihatnya. Itulah gambaran tentang kita yang gampang komen tentang orang lain, tapi nggak suka berkaca tentang diri kita sendiri. Padahal kita nanti juga nggak sama sekali ditanya oleh Allah tentang dosa orang lain, melainkan hanya tentang dosa diri kita sendiri, termasuk dosa kita yang gemar membicarakan dan berprasangka buruk pada orang lain.

Jadi, kita yang berakal jika tahu akan begini jadinya, pastinya dengan gampang bisa lalu mendidik diri kita sendiri untuk menjauhi sikap buruk tersebut. Dari pada kita nanti repot sendiri dan rugi sendiri. Bukan begitu seharusnya, bukan?

 

(NayMa)



RELATED ARTICLE