Cari Tahu Kenapa dan Buat apa Bumi Diciptkan | DiaryHijaber.com

Writer : Ratna P Sari Editor : BL

Cari Tahu Kenapa dan Buat apa Bumi Diciptkan

252 kali dilihat

Ada dari kita yang mungkin masih penasaran, kenapa sih Allah menciptakan bumi ini sebagai tempat tinggal kita para manusia? Apa tujuannya? Dan apa maksudnya?. Kalau begitu kasusnya, paling nggak satu hal yang kudu kita syukuri, yaitu ternyata Allah udah menggerakkan hati kita buat lebih belajar tentang kekuasaan Allah Subhanahu Wata’ala, Tuhan kita. Ini juga sekaligus menggolongkan kita di golongan orang yang berakal.

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal.” “(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” (Qs. Al Imron : 190-191).

Allah adalah zat yang maha kuasa dan maha pencipta. Dia menciptakan bumi dan alam semesta yang menakjubkan ini dalam enam masa. Seperti yang difirmankan oleh Allah di dalam Al-Quran“Dan sesungguhnya telah Kami ciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa, dan Kami sedikitpun tidak ditimpa keletihan.” (Qs Qaf : 38).

Dan kalo ada yang protes, “Kalo bener Allah itu maha kuasa, kenapa harus nunggu sampai enam masa?” Hijabers, Allah memiliki kehendak yang mutlak dan Ia berhak melakukan apapun yang Ia kehendaki. Jika Allah berkehendak, bisa saja langit dan bumi diciptakan dengan sekejap. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Ia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: Jadilah!” maka terjadilah Ia. (Qs. Yasin : 82).

Allah juga punya nama yang indah yaitu Al Hakim atau yang Maha Bijaksana. Semua ketentuan Allah  nggak mungkin sia- sia dan pasti mengandung hikmah. Dengan proses penciptaan langit dan bumi, Allah mengajarkan kalo segala sesuatu butuhkan proses. Dengan ini kita para manusia akan belajar bersabar.

Selanjutnya, di bumi inilah kita para manusia diberi amanah sebagai khalifah. Allah hendak menguji siapa dari kita yang  serius buat megang amanah itu dan taat kepadaNya, dan siapa yang termasuk ke dalam golongan yang sesat dan ingkar, seperti disebutkan Allah dalam Al Quran berikut ini, “Mereka mempunyai  hati, tapi tidak dipergunakan untuk memahami ayat-ayat Allah dan mereka mempunyai mata, tapi tidak dipergunakan untuk melihat tanda-tanda kekuasaan Allah, mereka mempunyai telinga, tapi tidak dipergunakan untuk mendengar ayat-ayat Allah,mereka itu seperti binatang ternak, bahkan lebih sesat lagi….” (Qs. 7 ayat 179)

Dengan diciptakan bumi sebagai tempat tinggal untuk kita, Allah ingin menunjukan kepada kita para hambanya tentang keagungan Allah, sekaligus menunjukkan kepada siapa manusia harus tunduk. Namun bukan berarti Allah butuh ketaatan kita. Kita mau taat ataupun tidak, itu sama sekali tidak mengurangi kekuasaanNya sama sekali, bahkan justru malah kita yang akan rugi. Allah yang nyiptain kita, dan dalam sekali klik pun kita bisa diambilNya lagi. Toh kita ini adalah miliknya dan kita nggak punya kuasa apa-apa atas diri kita.

“Wahai sekalian manusia, kamulah yang butuh kepada Allah; dan Allah Dialah Yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji. Jika Dia menghendaki, niscaya Dia memusnahkan kamu dan mendatangkan makhluk yang baru (untuk menggantikan kamu). Dan yang demikian itu sekali-kali tidak sulit bagi Allah.” (QS. Fathir: 15-17).

Karena itu Hijabers, moga-moga kita semua cukup pintar untuk menjadikan apa-apa yang kita lihat disekeliling kita ini, sebagai bukti kekuasaan Allah. Sekaligus nggak lagi-lagi deh berbuat hal-hal yang ingkar diatas bumi Allah ini. Kita hanya sekedar “tamu” yang numpang sebentar ada di bumi ini. Karena itulah, nggak pantas juga kalau kita malah berbuat hal-hal yang tidak baik, sedang “tuan rumah” kita jelas-jelas menyaksikan apa yang kita perbuat. Setuju?



RELATED ARTICLE