CariLah Ridho Allah, Dan Bukan Kerelaan Manusia | DiaryHijaber.com

Writer : NayMa Editor : NayMa

CariLah Ridho Allah, Dan Bukan Kerelaan Manusia

235 kali dilihat

Nggak dipungkiri kalau kita sebagai manusia yang hidup tuh butuh banget yang namanya nama baik. Dan bahkan untuk sebagian orang, demi menjaga nama baik ini, mereka rela melakukan apa saja dan mengorbankan apa saja agar terlihat baik dihadapan manusia yang lain.

Tapi sayangnya, nggak jarang mereka lalu menabrak aturan Allah Ta’ala demi meraih kerelaan manusia. Padahal sebenarnya yang mereka lakukan di masa depan akan merusak nama baik mereka sendiri. Contoh, mereka yang hidup dikalangan teman-temannya yang ada suka narkoba. Dengan alasan “menjaga nama baik” agar nggak dibilang cemen lalu dia pun dengan sukarela gabung menjadi sukarelawan pemakai narkoba.

Selanjutnya kenyataan yang ada adalah nama baik yang justru dia jaga akhirnya malah hancur seiring dengan kebiasaannya hidup bersama narkoba. Bahkan ketika dia sudah hancur, eh teman-teman yang dulu di bela mati-matian olehnya, malah sudah kabur nggak bersisa. Judulnya benar-benar “sudah jatuh, tertimpa tangga,  nyungsep ke sungai, kotor dan belepotan pula”. Lengkap deh!

Kawan, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, (yang artinya), Barangsiapa yang mencari ridho Allah saat manusia tidak suka, maka Allah akan meridhoinya dan Allah akan membuat manusia yang meridhoinya. Barangsiapa yang mencari ridho manusia dan membuat Allah murka, maka Allah akan murka padanya dan membuat manusia pun ikut murka.(Hr. Tirmidzi dan ibnu hibban)

Kawan, Allah adalah sumber kebaikan. Jika kita megikuti Allah maka kita akan mendapatkan banyak kebaikan, walaupun banyak manusia yang awalnya nggak menyukai hal itu. Tapi semua itu nggak akan lama, karena selera manusia, dan pemikiran manusia akan selalu berubah-ubah, sedang kebaikan tetaplah akan jadi kebaikan. Tetap akan begitu seterusnya, sampai kapanun juga.

Jadi jangan gampang ikut nafsu kita, dan atau malah mengikuti nafsu orang lain, trus akhirnya yang rugi malah kita. Ikut saja jalan Allah yang sampai kapanpun, bahkan sampai kita matipun akan tetap membawa kebaikan bagi kita. Semua resiko baik buruk diri kita sendirilah yang paling pertama akan merasakannya.

“Katakanlah: “Ta’atlah kepada Allah dan ta’atlah kepada Rasul; dan jika kamu berpaling, maka sesungguhnya kewajiban Rasul hanyalah apa yang dibebankan kepadanya, kewajiban kamu adalah apa yang dibebankan kepadamu. Dan jika kamu ta’at kepadanya, niscaya kamu mendapat petunjuk. Dan tiada lain kewajiban Rasul hanya menyampaikan (amanat Allah) dengan terang“. (Qs. An Nuur: 54)

 

 (NayMa)



RELATED ARTICLE