Cinta Dan Perselingkuhan | DiaryHijaber.com

Writer : NayMa Editor : NayMa

Cinta Dan Perselingkuhan

182 kali dilihat

Pernikahan adalah sebuah peristiwa sakral dan sangat agung dimata Allah. Bahkan di dalam Al-Quran Allah menyatakan “akad nikah” dengan sebutan mitsaqun ghalizh (janji yang berat).

Dan mitsaqun ghalizh (janji yang berat) ini disebutkan sebanyak hanya tiga kali di dalam Al Quran. Pertama, dalam surat An-Nisa ayat 21 yang menuliskan tentang akad nikah. Yang kedua, dalam surat Al Ahzab ayat 7 dan 8 tentang perjanjian antara para Nabi dengan Robb mereka, untuk menyampaikan risalah, dan janji ini adalah untuk menguji siapa yang sungguh-sungguh dalam menepatinya. Ketiga, dalam surat Al Baqarah ayat 62 dimana Allah mengambil janji dari Bani Israel sedangkah (gunung) Thursina diangkat diatas kepala mereka Dan Allah lalu berfirman, “Peganglah teguh-teguh apa yang telah Kami berikan kepadamu.”

Dari banyak penggambaran diatas membuktikan bahwa pernikahan adalah hubungan yang nggak main-main dan berkonsekuensi besar seperti konsekuensi janji para Nabi dan Bani Israel.

Tapi sayangnya pada praktek nyatanya, banyak diantara kita yang sering sekali menyepelekan hal dalam pernikahan kita. Ada juga yang dengan sengaja memberi “cacat” hubungan rumah tangga dengan sebuah perselingkuhan. Yaitu membangun hubungan terlarang dengan lawan jenis yang akhirnya menyakiti pasangannya.

Tapi karena mata hati dan semua inderanya telah tertutup oleh nafsu, maka nasehat apapun, petunjuk dan teguran seperti apapun susah untuk diterimanya. Diteruskannya langkah salahnya itu. Bahkan nggak jarang ada diantara orang yang melakukan perselingkuhan ini yang memilih untuk menghancurkan bahtera rumah tangganya sendiri. Semua yang dirasakannya hanya sekedar indah, indah dan indah. Dia bahkan tidak menyadari efek apa yang akan menimpa keluarganya.

Sampai akhirnya waktu berlalu, dan rasa bosanpun datang kepadanya. Dia akhirnya sadar bahwa semua cuma sekedar senang-senang belaka. Pelan-pelan terbukalah kembali mata hati dan pikirannya. Ada yang memiliki kesempatan kedua tapi lebih banyak yang akhirnya harus menghabiskan sisa hidupnya dalam sesal.

Jikapun hubungan pernikahan itu dilanjutkan, maka pastilah akan ada “cacat” di daam hati pasangannya. Walaupun pasangannya bilang telah memaafkan dan atau berkata “anggap saja nggak pernah terjadi”. Hati yang tersakiti karena perselingkuhan tersebut, tetap nggak akan bisa melupakan. Dan si pelaku pun nggak bisa banyak menyalahkan karena toh, pasangannya, keluarganya dan orang-orang disekelilingnya hanyalah sekedar manusia biasa, dan bukan manusia super yang mampu memaafkan dengan sempurna.

Kawan, dunia ini memang indah, tapi keindahannya bukanlah untuk selamanya. Dan hidup ini bukanlah sekedar untuk mengumbar kesenangan, dan lalu bebas syalala menubruk aturan yang ada. Aturan dan hukuman itu akan tetap berlaku walaupun kita nggak mau mengakui. Benar dan salah akan tetap pada tempatnya, lengkap dengan segala konsekuensinya.

Maka nggak ada istilah semau kita sendiri, pun dalam sikap kita memperlakukan sebuah hubungan pernikahan. Perselingkuhan hanya akan merusak apa yang sudah dibangun dengan baik.  Jadi sekuat tenaga, jauhilah hal yang merusak itu. Agar kita nggak jadi bahan penyalahan diri kita sendiri, dan kitapun akan repot dengan acara menyesal seumur hidup, serta menyakiti pasangan yang telah menyayangi kita selalu. Setuju?

 

(NayMa) 



RELATED ARTICLE