Cinta Matiku, Ku Bawa Mati | DiaryHijaber.com

Writer : NayMa Editor : NayMa

Cinta Matiku, Ku Bawa Mati

349 kali dilihat

Udah pada dengar belum berita yang kemarin bikin heboh di medsos gara-gara ada seorang bapak yang ngadain acara bunuh diri, tapi dia siarkan secara live di FB? Beliau berbuat nekat begitu kabarnya karena cinta mati banget sama istrinya yang udah pergi ninggalin dia gitu aja. Astaghfirullah...

Hmm, kalau udah begini masih adakah dari kita yang menyangkal kalau cinta buta itu bener-bener eksis dan nyata di kehidupan kita?

Cinta.. cinta.. cinta... kalau kita nggak bisa nyikapi semua itu dengan sederhana, maka kitapun bisa bertindak “sederhana”. Tapi ternyata buat orang lain tindakan kita itu sangat wow, bahkan nggak masuk akal. Ya seperti tadi diatas itulah contohnya, kawan.

Tapi memang mau gimana lagi, kenyataannya orang jatuh cinta itu memang susah dinalar pakai logika. Katanya karena jatuh cinta itu urusan hati. Ciee... bahasa gue keren yak? Hee...

Jadi mau nggak mau, emang cuma iman yang bisa kontrol kita buat stay di wilayah “normal”, saat kita udah kadung jatuh cinta sama seseorang. Atau dengan kata lain, iman yang menjaga kita buat tetap di wilayah “waras” dan nggak lupa daratan.

Kawan, hati orang itu sebenarnya cuma bisa diisi satu. Dan prioritas dari seseorang itu adalah satu per satu dilakukan. Kalau iman udah dijadiin yang utama dan yang pertama, maka yang lain pun akan jadi prioritas yang kesekian buat di turutkan atau dilakukan. Termasuk kalau kita lagi jatuh cinta.

Jika kita mengutamakan iman, maka iman tersebut akan mengatakan bahwa cinta yang kita punya nggak bisa suka-suka kita aja. Cinta kita adalah kudu yang bisa bawa kita ke keridhoan Allah. Dan bukan malah sebaliknya, yang buat Allah nggak suka apalagi sampai marah ke kita.

Dan Allah adalah selalu membawa kebaikan. Maka cinta kita yang karena Allah saja itu pun juga akan selalu membawa kebaikan bagi kita.

Cinta yang seperti itu, nggak menyedihkan, tapi malah sebaliknya melegakan dan mendamaikan. Hal itu berlaku juga ketika kita dalam keadaan sakit, dan susah. Beda ketika cinta itu hanya karena manusia, dan atau sekedar suka-suka kita aja. Jika cinta itu menyakitkan, kitapun akan ikut sakit, dan sebagai akibatnya malah kita bisa menyimpan dendam karena cinta. Atau ketika cinta itu membawa susah, hidup kita akhirnya juga ikutan susah. Dan hari hari kita pun juga ikut susah, bahkan nalar juga bisa pergi dengan sendirinya. Sampai akhirnya kita bisa mengambil tindakan nekat seperti yang di contohkan di atas tadi itu.

Cinta karena iman kepada Allah akan membawa kita mencintai Sang pencipta dan bukan ciptaanNya. Dan itulah sebenarnya sebenar-benar cinta yang hakiki dan sejati. Cinta yang seharusnya kita bawa selama hidup, atau bahkan sampai mati. Yang akan membawa kita pada kedamaian sejati. Seperti tujuan awal dari sebuah cinta yaitu anugerah yang diberikan Allah untuk kita.    

 

(NayMa)   

 



RELATED ARTICLE