Dengarlah Curhat Mereka Yang Telah Meninggal Ini | DiaryHijaber.com

Writer : NayMa Editor : NayMa

Dengarlah Curhat Mereka Yang Telah Meninggal Ini

605 kali dilihat

Manusia boleh punya acara senang-senang dan atau membuat angan-angan setinggi langit, tapi manusia juga kudu ingat bahwa kematian bisa memutus semua itu. Karena itulah, lebih baik nggak telalu happy-happy aja di dunia dan atau membuat angan-angan terlalu panjang dan melelahkan. Dan lebih baiknya juga, kita mempersiapkan diri untuk menyambut kematian kita itu.

Karena kita harus banyak belajar terutama dari mereka yang telah dahulu diambil oleh allah ta’ala. Banyak juga dari mereka yang akhirnya menyesal setelah mendarat sampai sana, tapi ternyata kurang bekal kemana-mana. Yang mereka pengenkan banget akhirnya cuma balik lagi ke dunia buat jadi orang shalih. Mereka pengen belajar taat lagi kepada Allah, dan memperbaiki segala kesalahan yang mereka pernah buat dulu. Allah Ta’ala berfirman, (yang artinya), “Hingga apabila datang kematian kepada seorang dari mereka, dia berkata, “Ya Rabbku kembalikanlah aku (ke dunia) agar aku beramal shalih terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkan saja. Dan dihadapan mereka ada barzakh sampai hari mereka dibangkitkan.” (Qs Al Mukminun: 99-100)

Tapi sayang sekali. Semua udah kadung terlambat. Kampung akhirat udah ada depan mata mereka. Walau sebesar apapun penyesalan mereka, tetap tidak akan berguna buat mereka.

Kawan, sekarang kita masih bisa menikmati hidup kita. Kita juga masih bisa menambah pahala dan menghapus dosa kita. Tapi suatu saat entah kapan itu, maut pasti mendatangi kita. Maka dari itu, jangan hanya sekedar bermimpi, tapi ayolah kita buat langkah nyata taubat dan ketakwaan kita kepada Allah Ta’ala.

Ibrahim bin Yazid al-Abdi mengatakan, “Suatu ketika Riyah al Qaisy mendatangiku seraya berkata, ‘Hai Abu Ishaq , ayo ikut bersamaku menemui penghuni akhirat dan marilah kita mengikat janji setia di samping mereka.” Lalu aku pun pergi bersamanya ke sebuah pemakaman. Kami duduk di samping salah satu kuburan di sama, kemudian Riyah berkata, “Hai Abu Ishaq, kira-kira apakah yang diangankan oleh mayit ini jika ia diminta berangan-angan?”. ”Demi Allah, ia pasti ingin dikembalikan ke dunia agar bisa taat kepada Allah dan memperbaiki amalnya”  jawabku.

“Nah, kita sekarang berada di dunia. Karenanya, marilah kita taat kepada Allah dan memperbaiki amal kita,” Sahut Riyah.

Maka Riyah bangkit meninggalkan kuburan tersebut dan mulai bersungguh-sungguh dalam beribadah. Ternyata tak lama berselang, dia dipanggil menghadap Allah. Semoga Allah merahmatinya.

Kawan, mungkin ada dari kita yang sekarang menziarahi kubur atau mengiring jenazah. Tapi siapa yang bisa menjamin jika esok kita ganti yang diziarahi oelh sanak saudara kita? Kematian bisa datang setiap saat tanpa menunggu kita siap atau nggak.

Maka janganlah sampai kita menjadi orang yang lalai. Jangan sibukkan diri kita hanya dengan dunia yang nggak ada habisnya. Apalagi untuk melakukan sesuatu yang nggak ada nilai pahalanya dihadapan Allah Ta’ala. Ingatlah “curhat” mereka yang udah meninggal mendahului kita. Mereka hanya ingin dihidupkan lagi biat bisa taat kepada Allah. Lalu mengapa kita yang masih diberi kesempatan hidup malah masih santai bermaksiat?. Semoga hal ini bisa menjadi renungan kita bersama.

 

(NayMa)

 



RELATED ARTICLE