Derita Cewek "Pelakor" | DiaryHijaber.com

Writer : NayMa Editor : NayMa

Derita Cewek "Pelakor"

394 kali dilihat

Cinta itu anugerah. Kedatangannya seharusnya membuat kita bahagia. Tapi ada kalanya yang terjadi justru sebaliknya. Hal ini bisa berlaku terutama buat mereka yang menjadikan cinta itu bukan berlandaskan karena cintanya kepada Allah. Akhirnya, cinta mereka itu malah menjerumuskan diri mereka sendiri ke dalam kesedihan yang sangat.

Sebagai contoh, cinta seorang cewek kepada seorang lelaki yang telah berkeluarga atau memiliki istri dan anak-anak. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan cinta itu. Yang salah adalah ketika cinta itu dinyatakan dalam sebuah perbuatan nekat untuk menggoda laki-laki tersebut sehingga mereka sampai terlihat dalam sebuah perselingkuhan.

Si laki-laki akhirnya sampai lupa daratan, dan bahkan melupakan kewajibannya atas keluarga yang dimilikinya tersebut. Situasi ini tentu saja akan membawa dampak yang tidak biasa terutama buat psikologis anak-anaknya. Dan efek jangka panjang juga akan menyedihkan, terutama dalam bentuk sangsi sosial. Dan kabar buruknya hal itu justru akan banyak dialami sendiri oleh si cewek penggoda tersebut.

Kawan, ada mungkin cewek yang emang takdirnya jadi istri ke dua. Tapi InshaAllah dia akan selamat dari sangsi sosial kalau caranya menuju pernikahan tidak dengan menjadi seorang “pelakor” alias perebut laki orang, yaitu dengan membuat sebuah perselingkuhan dibelakang istri sah laki-laki tersebut.

Jodoh emang udah ditentukan, tapi sikap untuk mendapatkan jodoh itu adalah pilihan kita masing-masing. Kita mau merusak rumah tangga orang dengan membuat perselingkuhan bersama seorang laki-laki yang sudah berkeluarga, atau kita pilih jalan selamat dengan memenuhi aturan Islam untuk menuju sebuah pernikahan, itu semua adalah pilihan sikap kita. Jadi jangan jadikan takdir jodoh yang datangnya dari Allah, sebagai sebuah alasan dari perilaku negatif bernama perselingkuhan. Semua itu adalah 2 hal yang sangat berbeda.

Konsekuensi dari tindakan perselingkuhan itu juga nggak kecil, loh. Dari mulai nama baik hilang, di komplen orang, sampai dihina-hina kiri-kanan. Nggak cuma itu, keluargapun jadi ikut malu, dan sejarah hidup kita sebagai seorang “pelakor” alias perebut laki orang, akan terus diingat sama orang-orang. Karena walaupun sebuah perselingkuhan itu begitu manis disembunyikan, maka rasa pahit bakal pasti datang ke kita. Dan jangan salah lho, di masyarakat kebanyakan si cewek yang harus menanggung bebannya lebih banyak, baik secara fisik dan terutama psikologisnya.

Dengan begitu besar konsekuensi yang bisa kita terima, kita mungkin bisa cuek tapi gimana nasib anak-anak kita nanti yang belum-belum juga lahir tapi udah kena hukum sosial, di bilang begini-begitu. Nggak adil banget kan?

Maka walaupun cinta itu katanya buta, tapi nyatanya jatuh cinta itu juga kudu tetap mikir. Atau kalau nggak kita akan menebus semua itu dengan lebih besar, bahkan di seumur hidup kita. Kalau udah gini, kira-kira sepadan nggak sih pengorbanan kita dengan cinta yang begitu kita agungkan itu? Dan satu lagi, kira-kira kallau kita berada di posisi si istri laki-laki tersebut, apakah kita juga bisa menahan rasa sakit yang sma seperti yang dia dan anak-anaknya rasakan?

Kawan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, “Bukan dari golongan kami orang yang merusak hubungan seorang wanita dengan suaminya, atau seorang budak terhadap tuannya.” (HR. Abu Dawud). Dan seperti kita tahu bahwa hidup kita ini hanya sekali. Karena itu sekuat tenaga yuk kita berusaha buat lurus-lurus aja deh. Karena kalau kita “bengkok”, jatuhnya kita sendiri loh yang bakal rugi, yang nanggung rasa sakit, dan yang kena aib di seumur hidup kita.

Dunia nggak selebar daun kelor, kawan. Kita masih bisa menemukan laki-laki yang lebih baik diluar sana, tanpa harus menanggung dosa dan malu karena sebuah perselingkuhan dengan suami orang lain. Dan kalau masih ada yang single, mending yang single dulu deh.. *ups. Ya emang sih jodoh udah ditakdirkan, tapi intinya gini deh, kalau memang jodoh kita ternyata adalah laki-laki yang telah beristri dan berkeluarga, pastikan pilihan sikap kita benar, itu aja. Ikuti alurnya seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam. Dan malah bukan lewat sebuah perselingkuhan yang tentunya pasti akan menyakiti banyak pihak, dan menjadikan cinta kita itu nggak berkah dihadapan Allah.

 

(NayMa)


Artikel Terkait Lainnya..
Cinta Dua Kutub

RELATED ARTICLE