Dewasa itu Yang Gimana Sih? | DiaryHijaber.com

Writer : NayMa Editor : NayMa

Dewasa itu Yang Gimana Sih?

321 kali dilihat

Menjadi tua itu adalah sebuah kepastian, tapi menjadi dewasa adalah pilihan. Banyak orang yang makin menua, namun pola pikir, tingkah laku, dan hati mereka masih seperti anak muda, bahkan anak kecil. Mereka bertambah usia, namun tidak bertambah dewasa. Mereka masih sering galau, emosional, dan atau bingung dengan hidup mereka sendiri. Jumlah angka umur mereka yang terus bertambah tidak lalu membuat mereka lebih damai dan teduh. Masih seperti dulu, masih sama dan nggak banyak perubahan.

Tapi sebaliknya, ada beberapa anak muda yang begitu bisa menyikapi hidup dan bersikap dewasa. Bila bergaul dengan mereka seakan mereka itu sudah hidup di bumi ini jauh lebih lama dari pada usia mereka. Mereka bisa tampil damai, dan mendamaikan sekitarnya. Benar-benar kontras sekali dengan bilangan umur yang mereka miliki.

Karena itu, benarlah adanya bila ternyata usia itu nggak ada hubungannya dengan kedewasaan. Semua tergantung pada diri kita sendiri untuk memilihnya atau tidak.

Kawan, menjadi dewasa adalah menjadi yang mendamaikan diri sendiri dan orang lain tanpa harus menjadi orang lain. Pola pikir, ide, sikap dan sifatnya disetujui banyak orang. Karena pada dasarnya semua orang butuh kedamaian dan ketenangan. Dan hanya mereka yang dewasa itulah yang pasti memilikinya.

Mereka bijak dalam menyikapi sesuatu, karena mereka telah banyak melihat kejadian di dunia luar sana. Sehingga mereka tidak kerdil dengan hanya satu sudut pandang saja, melainkan banyak sekali. Akhirnya merekapun jadi lebih fleksible  tanpa harus menjadi lemah dalam menyikapi suatu masalah. Dan sikap mereka itu pun disetujui oleh banyak orang disekitarnya pula. 

Walaupun orang yang dewasa tersebut adalah tetap manusia biasa yang nggak sempurna, namun mereka bisa menyadari dan menerima kekurangan diri mereka sendiri dan lalu bisa mengolah semua kekurangan mereka itu sedemikian rupa sehingga tidak merusak diri mereka sendiri, apalagi sampai merugikan orang lain.

Mereka juga lebih adem dalam hal emosi dan perasaan. Karena memang dia adalah jagonya dalam meredam amarah dirinya dan orang lain yang berada di dekatnya.

Dan untuk bisa melakukan semua hal positif diatas, orang yang dewasa tahu dimana dia harus bergantung dan meminta tolong. Karena bersikap dewasa itu nggak selamanya membahagiakan, namun kadang juga bisa mennyedihkan seperti saat dia harus menerima kenyataan pahit dari sebuah takdirnya. Namun lagi-lagi karena dia tahu dan sadar bila hanya Allah sajalah tempat yang baik untuk bergantung dan Dialah sumber kedamaian satu-satunya, maka diapun dengan cepat bisa kembali terkontrol dan adem lagi.

Maka buat siapapun kita yang ingin lebih dewasa dalam bersikap, senantiasa dekatkanlah diri kita hanya kepada Sang Sumber kedamaian, Allah Subhanahu Wata’ala. Karena dengan dekat kepadaNya, kita akan jauh lebih damai. Dan hati yang damai tersebut akan memberikan banyak pengaruh kebaikan termasuk dalam hal kita bersikap. Kitapun gampang teduh, lebih lembut dan merunduk, dari pada sebelumnya. Dan hal seperti inilah yang akhirnya di bahasakan oleh manusia sebagai “yang bersikap dewasa” 

 

(NayMa)



RELATED ARTICLE