Dia Masuk Neraka Hanya Karena Seekor Lalat | DiaryHijaber.com

Writer : NayMa Editor : NayMa

Dia Masuk Neraka Hanya Karena Seekor Lalat

507 kali dilihat

Dia Masuk Neraka Hanya Karena Seekor Lalat

Kita sebagai seorang muslim diperintahkan oleh Allah untuk dalam melakukan hal apapun, selalu belajar meluruskan niat hanya karenaNya saja. Salah satunya ketika dalam berkorban. Jangan sampai kita salah dalam niat, karena hal ini bisa sangat fatal sekali akibatnya. Seperti yang tersebut dalam sebuah kisah nyata berikut ini.

Dari Thariq bin Syihab, (beliau menceritakan) bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda, “Ada seorang lelaki yang masuk surga gara-gara seekor lalat dan ada pula lelaki lain yang masuk neraka gara-gara lalat.” Mereka (para sahabat) bertanya, “Bagaimana hal itu bisa terjadi wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Ada dua orang lelaki yang melewati suatu kaum yang memiliki berhala. Tidak ada seorangpun yang diperbolehkan melewati daerah itu melainkan dia harus berkorban (memberikan sesaji)  sesuatu untuk berhala tersebut. Mereka pun mengatakan kepada salah satu di antara dua lelaki itu, “Berkorbanlah.” Ia pun menjawab, “Aku tidak punya apa-apa untuk dikorbankan.” Mereka mengatakan, “Berkorbanlah, walaupun hanya dengan seekor lalat.” Ia pun berkorban dengan seekor lalat, sehingga mereka pun memperbolehkan dia untuk lewat dan meneruskan perjalanan. Karena sebab itulah, ia masuk neraka. Mereka juga memerintahkan kepada orang yang satunya, “Berkorbanlah.” Ia menjawab, “Tidak pantas bagiku berkorban untuk sesuatu selain Allah ‘azza wa jalla.” Akhirnya, mereka pun memenggal lehernya. Karena itulah, ia masuk surga.”

Kawan, lalat adalah hewan yang kita anggap kotor dan sering dipandang sebelah mata. Karena lalat adalah hewan yang sering berurusan dengan sampah dan sejenisnya. Tapi kawan, bahkan dengan hewan sekecil dan sekotor itupun, kita tetap nggak oleh memberikan dia sebagai korban yang kita persembahkan untuk penghormatan kepada selain Allah.

Perbuatan syirik walaupun kecil tapi ternyata lebih besar dosanya dari pada dosa besar. Dan kita sekarang ini banyak justru yang memandang hal itu sebagai hal yang remeh saja, padahal nyatanya hal itu sangat fatal dihadapan Allah. Anas radhiyallahu ‘anhu mengatakan, “Kalian mengamalkan suatu amalan yang disangka ringan, namun kami yang hidup di masa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menganggapnya sebagai suatu petaka yang amat besar.”

Jadi memang mengkaji ulang niat kita, dan berusaha benar-benar meluruskan niat kita hanya karena Allah saja dalam hal apapun itu memang sangat penting sekali. Nggak hanya agar kita nggak jatuh dalam syirik yang membuat Allah murka, tapi juga agar kita belajar menghormati hak Allah, yaitu nggak menduakannya dalam ibadah kita, dengan sesuatu yang selainNya.   


 (NayMa)

 



RELATED ARTICLE