Dibalik Surat Al-Kahfi | DiaryHijaber.com

Writer : Someone Editor : Someone

Dibalik Surat Al-Kahfi

1.530 kali dilihat

Di dalam Alquran surat ke 18, atau biasa kita sebut Surah Al-Kahfi, terdapat pelajaran yang sangat berharga yang diberikan Allah kepada kita sebagai generasi muda. Diawali dari ayat ke-9 sampai ayat ke 26, dituliskan kisah tentang sekumpulan pemuda muslim yang hidup di masa Raja Diqyanus di Romawi, beberapa ratus tahun sebelum diutusnya Nabi Isa as.

Mereka hidup ditengah masyarakat penyembah berhala dengan seorang raja yang dzalim. Ketika sang raja mengetahui ada sekelompok orang yang tidak menyembah berhala, maka sang raja marah lalu memanggil mereka dan memerintahkan mereka untuk mengikuti kepercayaan sang raja. Tapi Ashabul Kahfi menolak dan lari. Mereka lalu dikejar untuk dibunuh.

Dalam pelariannya itu, mereka menemukan sebuah gua yang kemudian dipakai tempat persembunyian. Lalu, dengan izin Allah mereka kemudian ditidurkan selama 309 tahun di dalam gua, dan dibangkitkan lagi ketika masyarakat dan raja mereka sudah berganti menjadi masyarakat dan raja yang beriman kepada Allah SWT (Ibnu Katsir; Tafsir al-Quranal-‘Adzim; jilid:3 ; hal. 67-71).

309 tahun para pemuda itu berada di dalam gua, tanpa seorang pun yang tahu. Ketika Allah membangunkan mereka pun, mereka masih dalam keadaan seperti sebelum mereka tertidur.

Lewat kisah ini, Allah telah memberikan bukti nyata kepada kita, bahwa bagi siapapun yang benar-benar beriman kepadaNya, dan serius mempertahankan keimanan mereka karena Allah, menjaga diri mereka agar tetap berada dalam agama Allah, maka Allah akan senantiasa memberikan perlindungan kepadanya. Allah sangat maha kuasa untuk memberikan sebuah keajaiban. Allah satu-satunya yang Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Jadi, jangan pernah takut ketika banyak orang mengejek kita karena keimanan kita. Jangan pernah gentar karena banyak orang menyudutkan, membenci, menghina, atau merendahkan kita karena keimanan kita. Allah akan senantiasa bersama kita, walaupun indra kita terbatas untuk melihatNya.

Jangan minder atau malu untuk menampilkan identitas kita sebagai seorang muslim. Tapi malulah ketika kita yang mengaku muslim tapi tidak bisa melakukan kewajiban sebagai seorang muslim.


“Janganlah kamu bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita” (QS.At-Taubah:40)

“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.” (QS.Ali ‘Imran:139)


Zaman akan berubah menjadi modern. Tetapi iman tetap harus yang utama. Aturan Allah, adalah yang pertama. Jangan gadaikan semua, hanya karena kesenangan kita pada dunia. Jika Allah tidak ridho pada kita, apalah jadi hidup kita selanjutnya.

Iman adalah satu satunya teman kita saat semua yang kita punya telah tiada. Bisa jadi kita kehilangan dunia, lalu pasti akan dapat yang selanjutnya. Tapi ketika kita telah kehilangan iman, kehilangan kepercayaan kita kepada Allah, dan atau menyembah sesuatu selainnya, hal itu pasti akan membuat kita seperti kehilangan segala-galanya.

Jangan gadaikan iman demi apapun. Jangan tukar iman demi siapapun. Allah adalah satu satunya yang kita miliki saat kita tidak memiliki apapun. Lihatlah nanti, bagaimana akhirnya Allah akan membuat baik hidupan kita, dan membahagiakan kita di sisa hidup kita ini.  Allah sangat maha kuasa untuk memberikan sebuah keajaiban. Dia satu satunya yang maha kuasa atas segala sesuatu.

Bacalah Surat Al- Kahfi sebagai pelindungmu dan penyempurna hari Jum’atmu.

 Image title

 

 







(NayMa/diaryhijaber.com)




RELATED ARTICLE