Doanya Tertolak Karena Sebutir Kurma | DiaryHijaber.com

Writer : NayMa Editor : NayMa

Doanya Tertolak Karena Sebutir Kurma

306 kali dilihat

Kawan, kali ini kita akan belajar sebuah kisah hikmah dari seorang Ibrahim bin Adham. Beliau adalah seorang ahli ibadah yang sangat zuhud.  Cerita itu dimulai ketika beliau selesai beribadah haji. Beliau lalu berniat ziarah ke Masjidil Aqsa. Untuk bekal di perjalanan, beliau membeli satu kilogram kurma dari pedagang tua di dekat Masjidil Haram.

Setelah kurma ditimbang dan dibungkus, beliau melihat sebutir kurma tergeletak didekat timbangan. Beliau mengira bahwa kurma tersebut adalah bagian yang jatuh dari kurma yang dibelinya. Beliau lalu memungut dan memakannya. Setelah itu beliau langsung berangkat menuju Al-Aqsa.

Empat bulan setelah kejadian itu, tibalah beliau di Al-Aqsa. Disana beliau shalat dan berdoa dengan khusuk sekali. Namun, tiba tiba beliau mendengar percakapan dua Malaikat tentang dirinya. “Itulah Ibrahim bin Adham, ahli ibadah yang zuhud dan wara, yang doanya selalu dikabulkan Allah,” kata salah satu malaikat

“Tetapi sekarang tidak lagi. Doanya ditolak karena empat bulan yang lalu ia memakan sebutir kurma yang jatuh dari meja seorang pedagang tua di dekat mesjidil haram,” jawab malaikat yang lainnya.

Ibrahim bin adham merasa terkejut sekali mendengar pembicaraan itu. Beliau tidak mengira bahwa ibadahnya, shalatnya, doanya dan mungkin amalan-amalan lainnya selama empat bulan yang lalu tidak diterima oleh Allah, hanya karena beliau memakan sebutir kurma yang bukan haknya.

“Astaghfirullahal adzhim” Beliau lalu beristighfar.

Seketika itu, beliau lalu berkemas untuk berangkat lagi ke Mekkah menemui pedagang tua penjual kurma. Beliau ingin meminta dihalalkan sebutir kurma yang telah ditelannya.

Begitu sampai di Mekkah ia langsung menuju tempat penjual kurma itu, tetapi beliau hanya menemukan seorang anak muda. “Empat bulan yang lalu saya membeli kurma disini dari seorang pedagang tua. kemana ia sekarang ?” tanya Ibrahim. “Sudah meninggal sebulan yang lalu, saya sekarang meneruskan pekerjaannya berdagang kurma,” jawab anak muda itu.

“Innalillahi wa innailaihi roji’un, kalau begitu kepada siapa saya meminta penghalalan?” Setelah itu Ibrahim menceritakan peristiwa yang dialaminya. “Engkau sebagai ahli waris orangtua itu, maukah engkau menghalalkan sebutir kurma milik ayahmu yang terlanjur kumakan tanpa izinnya?”tanya Ibrahim.

“Bagi saya tidak masalah. Insya Allah saya halalkan. Tapi entah dengan saudara-saudara saya yang jumlahnya sebelas orang. Saya tidak berani mengatas namakan mereka karena mereka mempunyai hak waris sama dengan saya.”

Setelah menerima alamat, ibrahim pergi menemui ke sebelas orang anak itu, demi menghalakan sebutir kurma milik ayah mereka yang termakan oleh ibrahim. Dan Alhamdulillah ternyata kesemua anak pedagang tersebut akhirnya menghalalkan kurma yang telah dimakan oleh Ibrahim.

Kawan, mungkin kejadian ini membuat kita takjub. Bagaimana tidak, hanya karena sebutir kurma saja, sampai membuat perjalanan panjang Ibrahim bertambah “panjang”. Tapi itulah kenyataannya, bahkan ketika kita makan sesuatu yang bukan hak kita, atau kita mengambil hak orang lain untuk kepentingan kita, akibatnya ternyata tidak akan pernah gampang. Jadi telitilah segala makanan yang akan kita masukkan dalam tubuh kita, dalam arti pastikan bahwa makanan itu berasal dari harta yang halal yang nantinya tidak akan menjadi sebab tertolaknya doa kita dihadapan Allah.

 

(NayMa)

 


Artikel Terkait Lainnya..
Allah Itu Maha Adil, Kawan

RELATED ARTICLE