Dosa Kecil Yang Terlupakan | DiaryHijaber.com

Writer : NayMa Editor : NayMa

Dosa Kecil Yang Terlupakan

184 kali dilihat

Hal yang detail itu biasanya kecil dan banyak. Dan memang rada susah sih buat kasih perhatian satu persatu ke mereka semua. Tapi kalau hal itu masalah duniawi sih mungkin nggak terlalu jadi masalah ya. Inshaallah masih bisa diselesaikan baik-baik kok. Yang jadi masalahnya adalah ketika hal yang kecil dan kurang kita perhatikan adalah dosa-dosa kecil kita.

Padahal seperti menabung koin-koin yang nilainya kecil, lama-lama uang itu juga akan jadi banyak. Seperti kata pepatah sedikit demi sedikit lama- lama akan menjadi bukit. Dan di akhirat nanti kita bakal terkejut dengan banyaknya dosa kecil kita yang ternyata udah bisa jadi bom waktu yang bisa meledak dengan hebat. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wasallam  bersabda (yang artinya), Tidak ada dosa besar jika dihapus dengan istighfar (meminta ampun pada Allah) dan tidak ada dosa kecil jika dilakukan terus menerus” (Hr. Al Baihaqi)

Kawan, jika kita memang niat banget jadi orang yang disayang Allah dan kembali pada kebaikan, maka jangan pernah remehkan dosa walaupun dia kecil sekalipun. Bilal bin Sa’ad rahimahullah mengatakan, “Janganlah engkau melihat kecilnya suatu dosa, namun hendaklah engkau melihat siapa yang engkau durhakai.”

Karena itulah, dahulu Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabat, selalu berhati-hati dalam setiap langkah dihidup mereka. Salah satunya adalah Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu yang mengatakan, “Sesungguhnya kalian mengerjakan amalan (dosa) di hadapan mata kalian tipis seperti rambut, namun kami (para sahabat) yang hidup di masa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menganggap dosa semacam itu seperti dosa besar.”

Kawan, kita sebagai manusia pasti nggak akan lepas dari dosa. Karena memang udah judulnya nggak akan ada manusia yang bisa benar-benar tampil sempurna. Tapi nggak berarti juga kita boleh menyepelekan dosa, atau menganggap remeh semua itu hanya dengan alasan ketidak sempurnaan.

Kita sebagai seorang mukmin, harusnya memang meniatkan hidup dan mati kita hanya untuk Allah, untuk beribadah dan beribadah saja kepadaNya. Karena itu kita butuh buat melakukan introspeksi diri terus menerus agar kita tidak terjebak dalam kebiasaan menyepelekan dosa kecil. Dan itulah yang membedakan kita dari orang-orang yang ingkar dan lalai dari mengingat Allah.  Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu mengatakan,“Sesungguhnya seorang mukmin melihat dosanya seakan-akan ia duduk di sebuah gunung dan khawatir gunung tersebut akan menimpanya. Sedangkan seorang yang fajir (yang gemar maksiat), ia akan melihat dosanya seperti seekor lalat yang lewat begitu saja di hadapan batang hidungnya.” (Hr. Bukhari)

 

(NayMa)

 

 

 



RELATED ARTICLE