Eh, Gue Dulu Pernah Begini | DiaryHijaber.com

Writer : NayMa Editor : NayMa

Eh, Gue Dulu Pernah Begini

245 kali dilihat

Semua orang pasti punya kekurangan. Anak kecil aja tahu. Nggak ada satupun di dunia ini manusia yang benar-benar sempurna. Semua orang pernah berbuat kesalahan. Bahkan Nabi kitapun pernah berbuat salah dan ditegur langsung oleh Allah.

Dan Islam sangat mengerti tentang sifat manusia yang satu ini. Karena itulah kita nggak dibolehkan buat membahas aib kita, apalagi pakai acara ngobrol bareng kekurangan, kesalahan atau aib orang lain.  

Allah Ta’ala berfirman di dalam Al Quran, (yang artinya), "Hai orang orang yang beriman jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang diantara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah Maha penerima taubat lagi Maha penyayang."(QS. Al Hujurat :12).

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam dulu juga pernah melihat orang-orang yang suka ngobrolin aib orang lain, ternyata nasibnya benar-benar buruk banget. Disebutkan dalam sebuah hadits shahih. “Ketika beliau di mi’rajkan, beliau melewati sekelompok orang yang mempunyai kuku-kuku dari tembaga. Mereka mencakar-cakar wajah dan dada mereka sendiri dengan kuku tembaga tersebut. Lalu beliau bertanya kepada Jibril: 'Wahai Jibril siapa mereka itu?.' Jibril menjawab: 'Mereka adalah orang-orang yang sering 'makan daging manusia', dan mereka yang suka membicarakan kejelekan orang lain” (HR Ahmad dan Abu Dawud dari Anas ra.)

Nah kalau ngomongin aib orang lain udah yang nggak boleh banget, apalagi kalau kita ngmongin aib diri sendiri. Tapi kalau dipikir- pikir sebenarnya apa nggak malu ya kekurangan dan kesalahan diri diumbar depan orang? Eits jaangan salah jaman sekarang malah banyak banget loh yang begitu. Malah dikasih sarana banget. Contoh aja tayangan infotainment yang banyak banget kaya’ jamur di musim hujan.

Mereka curhat soal banyak banget tentang kekurangan dirinya, konflik keluarga, aib pasangan dan lain-lainnya. Anehnya lagi adalah kita penontonnya suka banget sama yang beginian. Maka jadilah rating tayangan yang begini makin tinggi aja dimana-mana.

Padahal Rasul kekasih Allah penguasa hidup kita telah bersabda, “Setiap umatku itu dimaafkan, kecuali orang-orang yang mujahir (suka menampak-nampakkan kejahatan/maksiatnya sendiri dengan rasa bangga, atau melakukan maksiat di depan umum, tahu jika salah tetapi dia terus melakukan maksiat tersebut). Sesungguhnya (termasuk) mujahir ialah kalau seorang melakukan sesuatu perbuatan -dosa- di waktu malam, kemudian di pagi hari, sedangkan Allah telah menutupi keburukannya itu, tiba-tiba ia berkata -pada pagi harinya itu-: “Hai Fulan, saya tadi malam melakukan demikian, demikian.” Orang itu semalaman telah ditutupi oleh Allah celanya, tetapi pagi-pagi ia membuka tutup Allah yang diberikan kepadanya itu.” (Muttafaq ‘alaih)

Kawan, Allah sangat sayang ke kita banget. Karena itulah dia banyak menutup kekurangan dan aib kita. Yang aneh justru adalah kita kenapa kita justru semangat membuka aib kita sendiri di hadapan orang lain. Kalau yang kita harapkan adalah rasa kasihan dan rasa simpati dari orang lain, mungkin kita akan mendapatkan. Tapi kita juga kudu ingat bahwa hal yang kita ceritakan itu akan terus diingat oleh orang yang kita kasih cerita tentang aib kita tersebut, dan bahkan sampai kita meninggal nanti. Dan ketika kita mungkin suatu saat sudah benar-benar bertaubat, tapi kita akan tetap dikenal sebagai “yang dulu pernah...”

Jadi kawan, perbuatan yang aneh nan “lucu” emang adalah membuka aib diri sendiri dihadapan orang lain dan atau orang banyak. Dan asal kita tahu, yang begini adalah nggak bawa keuntungan apapun buat kita, walaupun mungkin saat kita menceritakan hal itu ke orang lain kita merasa senang dan keren. Sama sekali nggak akan ada keuntungan yang menguntungkan dan berarti buat kita. Kalau sudah begini, masihkah kita mau melakukan hal yang judulnya mempermalukan diri kita sendiri ini?

 

(NayMa)



RELATED ARTICLE