Gimana Bisa Bahagia Kalau Kamu Nggak Mau Move On? | DiaryHijaber.com

Writer : NayMa Editor : NayMa

Gimana Bisa Bahagia Kalau Kamu Nggak Mau Move On?

321 kali dilihat

Yang namanya acara berkompromi dengan hati kadang jadi PR tersendiri buat sebagian kita. Secara, kadang logika kita bilangnya begini, tapi si rasa di hati malah jalan sendiri, dan ambil arahnya sendiri. Jadilah kita akhirnya kadang ke bawa ke suasana hati yang sendu, sedih, atau apapun itu.

Termasuk acara kita yang nggak bisa move on dari seseorang atau sesuatu yag datang di masa lalu. Padahal waktu sudah berjalan sekian lama, bahkan sampai bertahun-tahun. Kitapun makin menua, tapi sayangnya nggak tambah dewasa. Terbukti kita belum bisa juga memahamkan diri buat lepas dari memori tentang masa lalu atau seseorang yang telah lalu.

Dan kalau sudah begini, biasanya hidup kita jadi agak nggak beres. Secara, memang fisik kita kelihatan baik-baik saja. Tapi hati kita serasa nggak bisa merdeka. Dan sayangnya si “penjajah” hati itu adalah diri kita sendiri. Duh, jahat banget kita ini nggak sih?

Kawan, kadang kita memang perlu beri diri kita sendiri shock therapy agar diri kita yang bebal ini mau sadar kalau yang sudah itu ya sudah. Yang sudah lalu ya hanya tinggal masa lalu. Dan menunda acara move on atau bahkan berlama-lama dalam masa lalu yang sakit itu adalah berarti jahat pada diri kita sendiri.

Ayolah, dengan bertambahnya waktu kita harusnya makin dewasa. Karena akhirnya kita juga makin menua. Nggak lucu aja kan kalau kita ternyata makin tua tapi nggak makin ada “isi”nya. Dan salah satu isi yang berharga itu adalah rasa legowo, ikhlas dan lebar hati buat bisa menerima apapun dan bagaimanapun masa lalu, kenangan lalu,  sesuatu atau seseorang dimasa lalu kita yang mungkin meninggalkan kenangan indah atau justru yang sakit buat kita.

Seberapapapun bahagianya kita dulu, semua adalah hanya masa lalu. Dan sesakit apapun kita dulu, semua juga sudah berlalu. Hidup kita adalah yang sekarang. Dan sekarang ini kita tentunya banyak amanah yang harus kita lakukan dan lebih kita fokuskan. Apa iya, karena hanya sekedar alasan nggak bisa move on lalu kita dengan gegabah melalaikan begitu banyak amanah hidup kita? Yakin kita mau dicap dan dinilai oleh diri kita sendiri dan orang lain sebagai orang yang amanah?

Kawan, jangan harap bahwa rasa bisa move on itu akan jatuh aja dari langit. Kita harus berusaha dulu, baru Allah akan bantu.

Allah Ta'ala berfirman, (yang artinya), "Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.” (QS. Ar-Ra’d: 11)

Allah pengen lihat usaha kita dulu. Kita serius nggak mau sembuh dari acara nggak mau move on itu. Allah bukan mau menyiksa kita, tapi Allah pengen kita bisa terlatih buat lebih kuat dalam menentukan sikap, mengambil keputusan, dan lalu lebih memuliakan diri kita sendiri, serta menyayangi diri kita sendiri.

Kawan, Obat hati itu datangnya dari kita sendiri. Kalau kita niat buat mau “sembuh” walau bagaimanapun susahnya, InshaAllah kita bakal sembuh. Tapi kalau kita memang masih niat "menikmati" kesakitan diri kita, maka sebanyak apapun orang lain membantu, maka kita tetap aja akan sakit. Jadi dengan kata lain, move on atau nggak, itu bukan nasib tapi keputusan. Dan pengambil keputusan itu adalah diri kita sendiri. Sama sekali nggak bisa di wakilkan.

Jadi yakin kamu masih mau bertahan buat bersedih-sedih ria dan nggak mau move on dengan masa lalumu yang menyakitkan? Yakin kamu nggak mau bahagia di sisa hidupmu ini?

 

(NayMa)



RELATED ARTICLE