Gimanapun Juga, Dia Akan Kembali Ke Jodohnya | DiaryHijaber.com

Writer : NayMa Editor : NayMa

Gimanapun Juga, Dia Akan Kembali Ke Jodohnya

627 kali dilihat

Ketika kita mencintai seseorang, kita pasti punya juga harapan buat masa depan. Paling nggak, perasaan pengen bisa seterusnya sama orang yang kita cintai itu pasti ada. Dan saat kita makin dewasa, kita juga berharap banget bisa membina keluarga dan berumah tangga dengan orang tersebut. 

Tapi sebelum berpikir terlalu jauh, ada hal yang kudu kita perhatikan sebelumnya, yaitu mempersiapkan diri dan mental kita, kalau ternyata orang yang kita cintai dan kita ngarep banget pengen menghabiskan hidup bersama itu, ternyata bukanlah jodoh kita.

Jangan salah lho, yang beginian justru penting banget tapi jarang kita ingat. Kita sebagai manusia memang bisa berencana, tapi hasil akhirnya bakal seperti apa, hanya Allah sajalah yang punya kuasa.

Kawan, dari sebelum kita lahir di dunia ini, Allah telah menuliskan tentang siapa yang bakal jadi jodoh kita. Dan kita sama sekali nggak akan bisa mengelak itu. Allah adalah Pencipta kita, dan Dialah yang paling ngerti apa-apa yang terbaik buat kita.

Dan tahu nggak, kalau kita sayang dengan seseorang dan kita lalu berpacaran dengan orang tersebut dengan durasi yang cukup lama, maka kita seperti memposisikan diri kita seperti sedang berjalan diatas air. Ngambang dan belum pasti apakah kita akan benar-benar berjodoh dengan dia atau nggak. Hal inilah yang kadang yang bisa buat celah bagi kita untuk menciptakan patah hati dan trauma, kalau ternyata akhirnya di ujung acara kita dapati kenyataan kalau kita nggak berjodoh dengan orang yang kita sayang. Pasangan kita pun akhirnya nikah sama yang lain. Kita nggak siap nerima kenyataan, merasa terkhianati dan jadi depresi.

Karena itulah nggak ada guna juga kita memupuk harapan palsu pada diri kita sendiri dan orang lain, dengan berlama-lama pacaran. Karena semua itu nggak jaminan juga kita bakal berjodoh dengan dia. Mendingan kalau memang kita berniat membina rumah tangga, ya cari jalan yang pasti-pasti aja deh. Lewat Ta’aruf trus nikah. Kalau ada yang bilang, “masak mau nikah sama orang yang nggak kita kenal?” kawan, pacaran lama juga nggak menjamin juga kita bakal lebih mengenal pasangan kita secara utuh. Karena manusia bisa berganti-ganti sifat dan sikapnya seiring berjalannya waktu. Dan dengan proses pacaran yang lama, justru perasaan bosan juga akan datang dalam hubungan kita tersebut.

Ta’aruf juga bukan berarti kita nggak akan mengenal pasangan kita trus nikah gitu aja. Dalam proses ini kita juga berkenalan dengan siapa dan bagaimana calon pasangan hidup kita, tapi dengan cara yang lebih memulyakan dan lebih di ridhoi Alah. Kita juga diharuskan jujur apa adanya di dalamnya. Dan kalau ternyata kita belum cocok, kitapun bisa mengakhirinya dengan cara yang baik, tanpa harus pakai acara patah hati, trauma, atau apapun itu yang menyakiti diri sendiri. InshaAllah dengan cara inilah kita akhirnya jadi lebih adem dalam rangka menemukan jodoh kita.

Dan satu hal lagi yang mendamaikan dalam proses ta'aruf. Kita akan mempunyai tujuan menikah yang sama yaitu untuk beribadah kepada Allah dan bukan karena sayang-sayangan aja trus pengen nikah. Jadi apapun nanti masalah atau perbedaan yang akan datang dalam hidup rumah tangga, semuanya akan dikembalikan kepada “Allah Ridhonya sama yang gimana”, dan bukan “kamu atau aku maunya gimana”. Tidak ada salah satu ego yang dimenangkan disana melainkan hanya Allah saja, sehingga salah satu pihak nggak merasa harus ada yang mengalah dan yang lain merasa tersakiti.

Jadi, yakin nih kita masih terus mau berlama-lama pacaran dan memupuk harapan ngambang buat diri sendiri dan orang yang kita sayangi?

 

(NayMa)



RELATED ARTICLE