Halalkan atau Lepaskan! | DiaryHijaber.com

Writer : NayMa Editor : NayMa

Halalkan atau Lepaskan!

358 kali dilihat

Banyak para cewek yang sebenarnya udah cukup umur buat menikah, terpaksa menunda momen pernikahan mereka demi menunggu kesiapan calon suami mereka. Ceritanya selanjutnya pun beda-beda. Si calon suami itu ada yang benar-benar serius buat mempersiapkan pernikahan itu dan kelanjutan kehidupan mereka, entah itu dalam hal ilmu, harta dan segala yang berhubungan dengan hidup rumah tangga. Tapi ada juga yang ternyata sekedar memanfaatkan alasan itu buat mengulur-ulur waktu untuk menikah, dengan alasan yang juga sekedar dibuat-buatnya saja.

Girls, banyak orang bilang kalau kita para cewek memang katanya, cuma bisa nunggu buat dinikahin. Tapi faktanya ternyata kita kudu bisa tegas, buat kasih deadline ke diri sendiri ataupun orang yang menjanjikan kita sebuah pernikahan. Jangan sampai kita hanya bisa pasrah aja, pada keadaan yang “digantung” alias tanpa sebuah kepastian.

Pernikahan adalah yang menyangkut masa depan diri kita sendiri. Susah senangnya, sakit bahagianya, kita duluan yang merasakannya. Jadi jangan pernah main-main dengan momen itu, apalagi kita lakukan dengan orang yang hanya sekedar main-main dengan masa depannya dan atau masa depan kita, yang kita percayakan ke dia buat bisa dijaganya.   

Halalin atau lepasin, kadang bisa jadi memang bukan pilihan yang enak buat dipilih. Bukan semata karena kita mau buru-buru nikah, tapi lebih kepada kita kudu tahu bahwa kita nggak salah meletakkan kepercayaan pada orang yang salah. Karena kehidupan setelah menikah itu akan ada banyak sekali cobaan. Dan kita kudu kompak dengan suami kita kelak dalam melalui semua itu. Tapi kalau dari diri dia udah timpang, dan kurang ada “bakat” buat tanggung jawab, maka bakal makin ribet itu urusan.

Maka cinta sih boleh-boleh aja, kawan. Tapi logis kudu tetap jalan. Jangan sampai kita mempertahankan orang yang salah, untuk jadi partner hidup kita dimasa depan.

Kawan, tiap hari umur kita juga bakal nambah dan kitapun makin menua. Memang benar kalau ada yang bilang “jangan sampai umur jadi patokan kita buat menikah. Karena umur sama sekali nggak ada hubungannya dengan kesiapan dan kematangan mental seseorang. Jadi jangan cepat nikah deh”. Tapi tahukah kita kalau, kondisi fisik kita nggak bisa dibohongi dan kadang malah susah diajak kompromi. Semakin nambah usia kita, maka semakin lemahlah kita. Dan khusus buat cewek, ada resiko juga loh menurut dokter kalau kita harus hamil di usia yang seharusnya nggak boleh hamil lagi.

Pernikahan memang nggak melulu tentang “menghasilkan” keturunan. Tapi inshaAllah semua akan sepakat kalau akan bertambah bahagia dalam pernikahan kita bila ada anak-anak dalam rumah tangga yang akan kita bangun nantinya.

jadi kalau ternyata sekarang ternyata udah sampai target atau malah melebihi target kamu buat nikah, tapi kok calon kamu masih kesana sini, apalagi pakai acara nggak jelas, mungkin ada baiknya dipertimbangkan lagi buat meneruskan hubungan yang lebih serius yaitu ke jenjang pernikahan. Karena memang mau nggak mau, makin dewasa kita maka makin banyak pertimbangan tentang masa depan yang harus dipikirkan masak-masak.

Kalaupun memang ultimatum “halalin atau lepasin” harus kita lakukan untuk kebaikan masa depan kita, ya lakukan! Walaupun akhirnya jawaban yang ada adalah "melepaskan", dan hal itu terasa sakit dan membuat galau, tapi ibarat minum jamu pahit didepan tapi sehat kemudian, ya berarti harus kita lakukan.

Tegaslah akan masa depan kita. Dan jangan sampai kita salah mempercayakan masa depan kita untuk dipimpin dengan orang yang salah. Setuju?


(NayMa)

 



RELATED ARTICLE