Hari Raya ala Rasulullah | DiaryHijaber.com

Writer : Someone Editor : Someone

Hari Raya ala Rasulullah

760 kali dilihat

Segala puji hanya bagi Allah yang telah mempertemukan kita kembali dengan hari raya Idul fitri, setelah sebulan lamanya kita berpuasa. Dan untuk menyambut hari raya ini, kita sebagai umat muslim telah diajarkan oleh Rasulullah Salallahu‘alaihi wa sallam untuk melakukan beberapa sunnah yaitu seperti berikut ini :


1. Mandi di hari raya ini

Sa’id bin Al Musayyibberkata: “Sunnah hari raya idul Fitri ada tiga: berjalan menuju lapangan, makan sebelum keluar dan mandi.”

2. Berhias sebelum berangkat sholat idul fitriul Fitri untuk para Laki- laki, tapi tidak untuk wanita

Disunnahkan bagi laki-laki untuk membersihkan diri dan memakai pakaian terbaik yang dimilikinya, memakai minyak wangi dan bersiwak. Sedangkan bagi wanita tidak dianjurkan untuk berhias dengan mengenakan baju yang mewah dan menggunakan minyak wangi, karena dikhawatirkan akan menimbulkan godaan bagi para laki- laki.

3. Makan sebelum sholat ‘Idul Fitri.

Dari Anas Rodhiyallahu’anhu, ia berkata: Rasulullah salallahu ‘alaihi wa sallam tidak keluar rumah pada hari raya idul fitri hingga makan beberapa kurma.” (HR. Bukhari).

4. Saat berangkat dan pulang dari sholat idul fitri, mengambil jalan yang berbeda.

Beliau, Rasulullah salallahu‘alaihi wa sallam mengambil jalan yang berbeda saat pulang dan perginya (HR. Bukhari). Salah satu hikmah dari semua ini adalah agar orang-orang yang lewatdi jalan itu bisa memberikan salam kepada orang-orang yang tinggal disekitar jalan yang dilaluinya.

5. Bertakbir.

Nabi shallallahu‘alaihi wa sallam biasa berangkat menunaikan sholat pada hari raya idul fitri, lalu beliau bertakbir sampai tiba tempat pelaksanaan sholat, bahkan sampai sholat akan dilaksanakan.

6. Salat idul fitri.

Hukum sholat idul fitri adalah fardhu ‘ain, bagi setiap orang, karena Rasululullah shallallahu ‘alaihi wa sallam senantiasa mengerjakan sholat tersebut. Dan salat idul fitri menggugurkan salat Jum’at, jika hari raya itu jatuh pada hari Jum’at.

Nabi menyuruh kita untuk menghadiri sholat ini, bahkan untuk para wanita yang haidh pun diminta tetap datang ke tempat salat. Tetapi dengan syarat tidak mendekati tempat salat. Selain itu Nabi juga menyuruh wanita yang tidak punya jilbab untuk dipinjami jilbab sehingga dia bisa mendatangi tempat salat tersebut.

Sedangkan waktu salat idul fitri adalah setelah terbitnya matahari setinggi tombak hingga tergelincirnya matahari atau di waktu Dhuha. Dan disunahkan pula untuk mengerjakannya di tanah lapang, kecuali ada halangan seperti hujan, banjir, dll, maka boleh dikerjakan di masjid.

Selanjutnya, Rasulullah SAW tidak mengajarkan untuk melaksanakan salat sunnah sebelum dan sesudah sholat idul fitri. Hal ini seperti yang dikatakan oleh Ibnu Abbas bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam salat hari raya dua raka’at. Tidak ada salat sebelumnya dan setelahnya (HR.Bukhari)

7. Ucapan selamat Hari Raya.

Syaikhul Islam IbnuTaimiyah pernah ditanya tentang mengucapkan selamat pada hari raya dan beliau menjawab: “Adapun ucapan selamat pada hari raya idul fitri yaitu: Taqabbalallahu minna wa minkum (semogaAllah menerima amal kami dan kalian) atau ahaal Allahu‘alaika (Mudah-mudahan Allah memberi balasan kebaikan kepadamu) dan semisalnya.” 






Writer : Ratna P Sari

Editor : BL



RELATED ARTICLE