Harta Rampasan Perang Dalam Perang Badar | DiaryHijaber.com

Writer : Ratna. P. Sari Editor : BL

Harta Rampasan Perang Dalam Perang Badar

245 kali dilihat

Kemenangan dalam suatu peperangan identik dengan adanya ghanimah atau harta rampasan perang. Seperti yang dahulu terjadi di dalam salah satu peperangan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wasallam yaitu perang Badar. Kala itu, Perang Badar dimenangkan oleh pihak kaum Muslimin.

 

Saat itu sempat ada perselisihan dalam hal pembagian ghanimah. Hal ini terjadi karena pada waktu itu belum ada syari’at tentang aturan pembagian ghanimah. Ubadah bin Shamit Radhiyallahu anhu menjelaskan, “Lalu Allah Azza wa Jalla mengambil alih permasalahan ini dan menyerahkannya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk membagikannya kepada kaum Muslimin. Allah Azza wa Jalla kemudian menurunkan firman-Nya (yang artinya), “Mereka menanyakan kepadamu tentang (pembagian) harta rampasan perang. Katakanlah: “Harta rampasan perang kepunyaan Allah Azza wa Jalla dan Rasul , oleh sebab itu bertakwalah kepada Allah Azza wa Jalla dan perbaikilah perhubungan di antara sesamamu; dan taatlah kepada Allah dan rasul-Nya, jika kamu adalah orang-orang yang beriman.” (Qs. Al-Anfal :1)

 

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam akhirnya hanya mengambil seperlima dari ghanimah tersebut, dan kemudian ghanimah yang lain beliau bagikan kepada para sahabat yang ikut serta dalam Perang Badar. Tak hanya itu saja, beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga memberikan bagian ghanimah kepada para sahabat yang ditugaskan di Madinah atau yang tidak ikut berperang karena suatu alasan yang dibenarkan. Seperti Utsman Radhiyallahu anhu yang tidak berangkat karena mengurusi istrinya yang sedang sakit, atau `Abdullah ibnu Ummi Maktum, Abu Lubabah yang mendapatkan tugas dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk tetap di Madinah.

 

Semua para Sahabat Radhiyallahu anhum akhirnya taat dan puas kepada keputusan yang diambil oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam , sehingga tidak ada lagi perselisihan dalam masalah pembagian ghanimah. Begitulah sikap para sahabat jika berhubungan dengan aturan Allah dan sunnah Rasulnya.

 


Artikel Terkait Lainnya..
Cinta Harta Nggak Ada Habisnya

RELATED ARTICLE