Hiba-Tiba Hati Merasa Jauh dari Allah | DiaryHijaber.com

Writer : Ratna P Sari Editor : BL

Hiba-Tiba Hati Merasa Jauh dari Allah

526 kali dilihat

Saat kita merasa jauh dari Allah, bisa dipastikan hidup kita akan terasa kacau, bingung dan ribet. Ada yang kosong, dan terasa tidak terpenuhi di dalam hati. Walaupun kita telah mengisinya dengan berbagai cara, kesenangan dan atau bergaul dengan banyak orang, namun tetap saja ketika kita sendiri, semua masih terasa hampa.

Hijabers, sesungguhnya saat seperti itulah sinyal hati kita mulai menunjukkan jati dirinya. Pemberontakannya itu terjadi atas banyaknya dosa dan sikap salah yang selama ini banyak kita lakukan entah dengan sengaja ataupun tidak. Hal ini karena hati nurani terhubung langsung dengan tuhan kita. Dia tidak akan mau berbuat salah walaupun kita senang berbuat salah. Dia adalah alarm yang akan senantiasa mengingatkan kita ketika sedang salah.

Dan protes hati itu akan semakin menguat tatkala kita justru mengingkarinya dan atau berlaku seolah- olah tidak  mendengar apapun dari peringatannya. Dia hanya akan berhenti ketika kita telah memenuhi kewajiban kita untuk mengisi hati kita tersebut hanya dengan robb kita. Karena hati kita hanya menginginkan agar kita berbuat seperti yang diharapkan oleh Allah Subhanahu Wata’ala.

Kawan, sebuah pertanyaan lalu muncul untuk kita. Mengapa kita harus menyiksa diri sendiri dengan jauh dari Allah, kalau justru dengan dekat kepadaNya kita akan lebih damai dan bahagia?. Bukankah Allah telah berfirman di dalam Alquran, (yang artinya), Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan berzikir (mengingat) Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram (QS ar-Ra’du:28). Dan di dalam surat Yunus ayat 57 Allah juga berfirman, (yang artinya), Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Rabbmu (al-Qur’an) dan penyembuh bagi penyakit-penyakit dalam dada (hati manusia), dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman (QS Yunus: 57).

Karena itu jika kita ingin tidak lagi gelisah, bingung, dan atau kosong didalam hidup ini, tegaslah pada diri sendiri untuk bertaubat kepada Allah dan serius kembali kejalan yang diridhoiNya.

Hijabers, bukan harta yang semata- mata menenangkan hidup kita walaupun tanpa harta kita tidak bisa hidup, bukan dunia yang mendamaikan walaupun kita tidak bisa hidup tanpa dunia. Tapi sesungguhnya kenikmatan hidup dan kedamaian hati yang sejati terletak ketika kita benar- benar dekat dan taat kepada Allah, walaupun mungkin saat itu kita hanya sedikit memiliki harta dan dunia.

Jangan lupa untuk menyisipkan selalu dalam doa kita, permohonan kepada Allah, agar kita diberikan hidayah untuk selalu dekat kepadaNya, agar hati kita mudah tunduk dalam kuasaNya, dan agar kita senantiasa meraih kebahagiaan sejati karena kedekatan kita denganNya. Aamiin.



RELATED ARTICLE