Hidayah Itu Milik Allah | DiaryHijaber.com

Writer : NayMa Editor : NayMa

Hidayah Itu Milik Allah

264 kali dilihat

Kita sering kali merasa marah saat ada salah satu orang terdekat kita, entah itu kawan atau keluarga yang ketika kita ingatkan tentang kebenaran islam, tapi malah sibuk menolak dengan seribu satu alasan.

Selanjutnya kitapun rasanya nggak sabar dan lalu mengeluarkan seribu satu kata yang seperti malah menghujatnya dan menggambarkan kekurangannya yang banyak dalam hal beragama.

Tapi kawan, sikap seperti ini memang dengan sukses sekali akan menggambarkan. Tapi bukan menggambarkan tentang kekurangan orang tersebut, tapi justru kekurangan diri kita sendiri. Karena hidayah adalah milik Allah, Dan hanya Allah saja yang berhak memberi.

Bahkan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam saja telah diberi tahu oleh Allah bahwa beliau hanya sekedar menyampaikan saja, sedang hidayah itu adalah sepenuhnya hak Allah untuk memberikan kepada orang tersebut atau nggak. Dan Allah adalah satu-satunya yang Maha Mengetahui, sedangkan kita adalah yang sangat kecil sekali dari pada luasnya ilmu Allah yang Maha Luas.

“Sesungguhnya engkau (Muhammad) tidak akan dapat memberi hidayah (petunjuk) kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi hidayah kepada orang yang Dia kehendaki, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk”. (Qs. Al Qashash : 56)

Jika kita malah sibuk marah-marah karena orang yang kita sadarkan ternyata belum mengerti atau belum mau menerima, itu sama saja kita merasa sombong karena kita merasa bahwa kita adalah yang bisa mengubah hatinya dan memberikan hidayah kepadanya melebihi kuasa Allah.

Hidayah itu datang bukan karena hasil kerja keras kita. Tapi karena kasih sayang Allah saja kepada kitalah akhirnya Dia menurunkannya untuk kita. Dan bila ternyata orang yang kita sampaikan kebenaran Islam itu belum bisa menerima, maka kewajiban kita adalah bersabar karenanya.

Selain itu jadikanlah penolakan itu justru sebagai pelajaran. Kita akhirnya tahu bahwa hidayah itu sangat mahal sekali. Bahkan orang yang dipandang terhormat sekalipun jika dia nggak memiliki hidayah maka hal yang dimilikinya adalah hanya sia-sia saja dimata Allah. Dia akhirnya hidup dengan aturan dia, dengan suka-suka dan ala-ala dia saja. Dia nggak ngerti tujuan hidup apa, dan begitu dia mati ya sudah mati saja. Hidupnya yang berharga jadi yang nggak berisi apa-apa. Habis aja tanpa makna.

Hidayah dan iman itu adalah lebih berharga dari apapun yang kita miliki di dunia ini. Allah Ta’ala berfirman, (yang artinya),  

“Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan mati sedang mereka tetap dalam kekafirannya, maka tidaklah akan diterima dari seseorang di antara mereka emas sepenuh bumi, walaupun dia menebus diri dengan emas (yang sebanyak itu). Bagi mereka itulah siksa yang pedih dan sekali-kali mereka tidak memperoleh penolong” (Q.S. Ali ‘Imran: 91)

“Orang kafir ingin kalau sekiranya dia dapat menebus (dirinya) dari azab hari itu dengan anak-anaknya, dan isterinya dan sauradaranya. Dan kaum familinya yang melindunginya (di dunia). Dan orang-orang di atas bumi seluruhnya, kemudian (mengharapkan) tebusan itu dapat menyelamatkannya. Sekali-kali tidak dapat. Sesungguhnya neraka itu adalah api yang bergejolak. (Q.S. Al-Ma’arij: 11-15)

Apa yang kita miliki nggak akan bisa menandingi nilai hidayah dan iman kita dihadapan Allah nanti. Jadi bagi kita sekarang yang ingin mendapatkan hidayah, mintalah kepada Allah dengan serius dan lebih rajin agar semoga Allah menurunkan semua itu dihati kita. Dan bagi kita yang berharap bisa jadi jalan hidayah bagi orang lain, kuatlah, selalu bersabarlah, dan jangan lupa tetap doakanlah. Karena hidayah itu nggak cuma indah bagi penerimanya, tapi juga seharusnya mengindahkan diri kita sendiri. Paling nggak kita akan banyak belajar sabar dan belajar menghargai serta sopan pada keputusan yang orang lain ambil untuk hidupnya sendiri.

 

(NayMa)

 

 

 



RELATED ARTICLE