Hijab Bukan Sekedar Gaya | DiaryHijaber.com

Writer : Ratna. P. Sari Editor : BL

Hijab Bukan Sekedar Gaya

418 kali dilihat

Kini jaman telah berubah, dan Alhamdulillah semakin hari, semakin banyak muslimah yang mulai menyadari kewajibannya untuk menutup aurat. Dan akhirnya pakaian yang menutup aurat atau biasa kita sebut hijab, tidak lagi dipandang sebelah mata, dan atau bahkan di acuhkan serta dianggap kuno seperti beberapa waktu silam. Kini, banyak wanita yang berhijab yang dengan percaya diri mengenakannya dan menjadikan hijab sebagai identitas sebagai muslimah dalam keseharian mereka.

 

Kini hijab juga bukan lagi dianggap penghalang, namun hijab justru digambarkan sebagai bukti bahwa wanita tersebut adalah seorang muslimah yang sedang belajar untuk memperbaiki hubungan dengan Robb nya lewat takwanya. Karena manusiawinya seorang wanita, pastilah senang dengan tampilan seksi nan cantik. Namun dia tata semua itu dengan rapi, dia tutup dengan baik, dan hanya dipersembahkan untuk suaminya kelak saja. Dan kesemua ini adalah dalam rangka mengikuti apa yang diperintahkan oleh Robb nya.

 

Maka kita patut bersyukur kepada Allah ta’ala atas semua ini, kawan. Karena hanya dengan kuasa Allah saja semua ini bisa terjadi. Akhirnya Islam menampilkan kemenangannya. Namun satu hal yang harus kita ingat juga kawan, jangan sampai gebyar ramainya hijab ini hanya sekedar tren mode saja, dan hilang nilai kesakralannya sebagai identitas muslimah yang tentunya penuh kesederhanaan dan merupakan merupakan bentuk kepatuhan dalam ibadahnya kepada Robb kita.

 

Jangan sampai pula kita menjadikan hijab sebagai sekedar gaya- gayaan yang menunjukkan eksistensi hawa nafsu kita yang ditunggangi setan. Sehingga kita menyangka bahwa hijab adalah bagian dari berhias dalam berpakaian, dan malah bukan sebagai penghalang mata non mahram yang ingin melihat keindahan tubuh kita, dan bentuk kepatuhan kita atas perintah Allah.

 

Abaikan pula sebagian pihak yang hendak memanfaatkan hijab sebagai ladang bisnis, dimana justru banyak aturan tentang hijab yang berasal dari Robb kita yang lalu dikesampingkan. Memakai hijab adalah masalah ibadah. Dan dalam ibadah hanya Allah Ta’ala saja yang berhak memberikan aturan, dan bukan kita apalagi mereka yang memiliki kepentingan bisnis dengan menjadikan kita sebagai komoditi penghasil rupiah bagi mereka.

 

Mari kita menjadi seperti wanita- wanita yang hidup dijaman Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dimana ketika mereka menerima perintah untuk pertama kalinya menutup aurat, mereka langsung melaksanakannya, tanpa harus terlebih dahulu perduli tentang kepentingan dunia mereka melainkan kepasrahan dan ketaatan total mereka atas perintah Robb nya. Karena yang pertama bagi mereka adalah bagaimana aturan Robb nya dan bagaimana membuat ridho Robb nya atas diri mereka.

 

Karena itu, tak heran bila kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sebaik-baik manusia adalah generasiku (para sahabat), kemudian generasi berikutnya (tabi’in) kemudian generasi berikutnya (tabi’ut tabi’in)”. (HR. Bukhari Muslim)

 

Mereka adalah cermin manusia terbaik dalam hal ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya. Cermin manusia terbaik dalam hal cara memahami dan mengamalkan Islam. Semoga kitapun bisa mencontoh mereka dalam sikap, pengabdian dan ketakwaan yang sungguh- sungguh dalam beribadah yang penuh dengan keikhlasan itu, yang hanya karena Allah saja. Aamiin.

 

 



RELATED ARTICLE