Ibu yang Merasa Kehilangan Anaknya | DiaryHijaber.com

Writer : Ratna P Sari Editor : BL

Ibu yang Merasa Kehilangan Anaknya

339 kali dilihat

Menjadi seorang ibu adalah kemulyaan bagi wanita. Mereka dikasihi anak-anak mereka, dan tetap akan seperti itu, bahkan ketika mereka sudah tiada. Posisi mereka dihati anak-anaknya tidak akan pernah bisa diganti oleh siapapun. ibu akan akan selalu dikenang sebagai bagian yang paling mengharukan bagi siapapun.

Hal ini tidak mengherankan karena Ibu adalah perwujudan dari kasih sayang Allah di dunia ini. Lewat fisik, badan, hati dan jiwanya Allah mengenalkan sebuah keindahan dunia yaitu perawatan, perhatian, pengorbanan, cinta dan welas asih. Dia juga memberikan naluri melindungi anak anak kepada makhluknya yang bernama ibu ini. Dan tidak ada kata yang bisa menggambarkan kasih sayang daripara ibu tersebut.

Dan sampai kapanpun kita tidak akan bisa membalas jasa ibu kita. Harta sebanyak apapun tidak lebih berharga dari pada air susunya yang menjadikan kita tumbuh sehat dan bisa menikmati hidup seperti sekarang ini. Bahkan Rasulullah SAW menyatakan bahwa Ridha Allah tergantung pada ridha orang tua dan murka Allah tergantung pada murka orang tua kita. Hal ini mengisyaratkan bahwa jasa ibu bapak kita memang teramatlah besar bagi kehidupan kita.

Ibnu ‘Umar dan seorang penduduk Yaman sedang thawaf di sekitar Ka’bah sambil menggendong ibunya di punggungnya. Orang itu lalu bersenandung, "Sesungguhnya diriku adalah tunggangan ibu yang sangat patuh. Apabila tunggangan yang lain lari, maka aku tidak akan lari"

Orang itu lalu berkata, “Wahai Ibnu Umar apakah aku telah membalas budi kepadanya?” Ibnu Umar menjawab, “Engkau belum membalas budinya, walaupun setarik napas yang ia keluarkan ketika ibumu melahirkanmu.”

Karena itu Hijabers, jangan sampai kita melupakan ibu dan ayah kita dengan alasan apapun juga. Walaupun kita tidak bisa membalas semua jasanya, namun kita bisa berbakti sekuat tenaga kita mumpung beliau masih hidup dan masih ada ditengah-tengah kita. Jangan sampai ibu merasa kehilangan kita, justru karena kita telah dewasa dan punya kehidupan serta kesibukan sendiri. Berbakti kepada ibu bapak kita dan menyenangkan mereka juga adalah amal ibadah yang sangat di sukai oleh Allah Ta'ala.

Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu. Beliau salallahu 'alaihi wa sallam mengatakan,  Aku bertanya pada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, Amal apakah yang paling dicintai oleh Allah azza wa jalla?" Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, "salat pada waktunya." Lalu aku bertanya, "Kemudian apa lagi?" Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, "kemudian berbakti kepada kedua orang tua." Lalu aku mengatakan, "kemudian apa lagi?" Lalu beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, "berjihad di jalan Allah."

Lalu Abdullah bin Mas’ud mengatakan, Nabi shallallahu alaihi wa sallam memberitahukan hal-hal tadi kepadaku. Seandainya aku bertanya lagi, pasti Beliau akan menambahkan (jawabannya).” (HR. Bukhari dan Muslim).

Semoga kita bukan termasuk golongan yang menyia-nyiakan dan durhaka kepada orang tua kita. Dan ibu serta ayah kita akan merasa bersyukur dengan adanya kita sebagai anak-anaknya karena kita mampu berbakti kepada mereka, walaupun baru seadanya yang kita bisa.

"Rabbighfirli waliwalidayya warhamhuma kama rabbayani shaghiran.” Dengan arti,

"Ya Tuhanku, ampunilah dosaku dan dosa ayah serta ibuku, kasihanilah mereka sebagaimana kasih mereka padaku sewaktu aku masih kecil."



RELATED ARTICLE