Ikhlas Itu Susah, Tapi Harus | DiaryHijaber.com

Writer : Someone Editor : Someone

Ikhlas Itu Susah, Tapi Harus

714 kali dilihat

Urusan hati, hanya Allah dan diri kita sendiri yang tahu. Walau bagaimana pun baiknya kita tampilkan di  hadapan manusia, tapi kita tetap tidak bisa membohongi Allah tentang porsi keikhlasan kita tersebut. Ia yang Maha Mendengar dan Melihat bahkan tentang apa yang tersirat di hati kita. Karena itu sebenarnya tidak ada pilihan bagi kita apalagi untuk berlaku sombong, merasa lebih ikhlas, atau lebih pantas diterima amalnya daripada yang lain. Tapi entah mengapa, tetap saja kadang kekurangan kita dan pengaruh lingkungan sekitar kita yang kemudian memunculkan kembali rasa sombong tersebut.

Jika kita tahu bahwa walaupun kita telah melakukan sebuah amal yang besar, namun jika hal itu tidak kita dilakukan ikhlas karena Allah, maka bukan hanya tidak dibalas apa-apa, bahkan Allah akan mengazab diri kita, karena sesungguhnya amalan yang dilakukan bukan karena Allah termasuk perbuatan kesyirikan yang tak terampuni dosanya kecuali jika kita bertaubat kepadanya. Allah berfirman yang artinya, “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barang siapa yang mempersekutukan Allah, Maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” (QS. An Nisa : 48)

Hijabers, setan akan senantiasa menggoda dan merusak amal-amal kebaikan yang kita lakukan. Karena itu, senantiasa kita harus meminta perlindungan dari Allah dengan memperbanyak doa kepadaNya. Nabi kita Muhammad shallallahualaihi wa sallam dahulu sering berdoa,

 “Allahumma inna na’udzubika an nusyrika bikasyai’an na’lamuh wa nastagfiruka lima laa na’lamuh.”

Artinya :

“Ya Allah, aku memohon perlindungan kepada-Mu dari perbuatan menyekutukan-Mu sementara aku mengetahuinya, dan akupun memohon ampun terhadap perbuatan syirik yang tidak aku ketahui. (Hadits Shahih riwayat Ahmad)

Bayangkan, nabi kita sering memanjatkan doa agar terhindar dari kesyirikan padahal Beliau adalah orang yang paling jauh dari kesyirikan. Apalagi diri kita ini.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam juga bersabda, dalam sebuah hadits, Tujuh golongan yang akan Allah naungi pada hari di mana tidak ada naungan selain dari naungan-Nya yaitu pemimpin yang  adil, pemuda yang tumbuh di atas ketaatan kepada Allah, laki-laki yang hatinyasenantiasa terikat dengan mesjid, dua orang yang mencintai karena Allah,bertemu dan berpisah karena-Nya, seorang lelaki yang diajak berzina olehseorang wanita yang cantik dan memiliki kedudukan, namun ia berkata:sesungguhnya aku takut kepada Allah, seseorang yang bersedekah danmenyembunyikan sedekahnya tersebut hingga tangan kirinya tidak mengetahui apayang diinfakkan oleh tangan kanannya dan seseorang yang mengingat Allah diwaktu sendiri hingga meneteslah air matanya.” (HR Bukhari Muslim).

Hijabers, memang sudah menjadi kebiasaan manusia yang menyukai pujian dan sanjungan. Namun dari hadist diatas, kita diajarkan untuk banyak menyembunyikan amal kebaikan kita, agarkita lebih dekat dengan keikhlasan kepada Allah.

Menyembunyikan amal dari pandangan manusia juga bisa menghindarkan kita dari memandang tinggi amal yang telah kita lakukan, sehingga keikhlasan kita bisa rusak karenanya. Sa’id bin Jubair berkata, “Ada orang yang masuk surgakarena perbuatan maksiat dan ada orang yang masuk neraka karena amalkebaikannya.”  Ditanyakan kepadanya “Bagaimana hal itu bisa terjadi?.” Beliau menjawab, “Seseorang melakukan perbuatan maksiat, ia pun senantiasa takut terhadap adzab Allah akibat perbuatan maksiat tersebut, maka ia pun bertemu Allah dan Allah pun mengampuni dosanya karena rasa takutnya itu, sedangkan ada seseorang yang dia beramal kebaikan, ia pun senantiasa bangga terhadap amalnya tersebut, maka ia pun bertemu Allah dalam keadaan demikian, maka Allah pun memasukkannya ke dalam neraka.”


Hijabers, jangan sampai nilai amal kita rusak bahkan hilang karena kita tidak ikhlas karena Allah. Yang merugi adalah pasti diri kita sendiri. Kitayang mengira telah banyak amal, namun hanya sia -sia di hadapan Allah. Sungguh sangat disayangkan, bukan?


Karena itu Hijabers, mari kita sama sama belajar untuk meluruskan niat kita dalam melakukan apapun, hanya karena Allah, dan hanya karena mengharap ridho Allah. Walaupun sulit, tapi tetap usahakan untuk mendidik diri kita selalu agar sadar dan mengerti tentang segala konsekuensi dan akibat jika kita menghilangkan hal yang bernama ikhlas itu dari niat dan perbuatan kita. Semoga Allah selalu membantu kita, dan menguatkan keikhlasan kita hanya karenaNya. Aamiin.






Writer : Ratna P Sari

Editor : BL




RELATED ARTICLE