Ilmu Kita Berkah? | DiaryHijaber.com

Writer : NayMa Editor : NayMa

Ilmu Kita Berkah?

320 kali dilihat

Katanya, jadi pintar soal agama itu gampang. Tinggal cari dana yang banyak trus sekolah yang banyak-banyak, nanti juga bakal pintar alias dapat banyak ilmu. Atau kalau kita terbatas dana, cukup beli seabreg buku, atau berguru pada banyak-banyak guru di luar sana.

Tapi banyak atau sedikitnya ilmu agama itu ternyata nggak bawa pengaruh banyak buat kita kalau ilmu itu nggak berkah. Maksudnya ilmu itu nggak akan mendekatkan kita kepada Allah kalau cuma sekedar banyak aja. Apalagi kalau ditambah “sifat sombong dan hanya ingin pujian”, karena merasa banyak memiliki ilmu itu.  Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, (yang artinya), “Sesungguhnya amal itu sesuai dengan niatnya. Setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang ia niatkan.“

Kalau yang kita inginkan cuma sekedar dinilai orang dengan sebutan pintar, maka kitapun juga akan mendapatkannya. Tapi hanya itu saja yang akan kita dapatkan. Dan sayangnya kabar buruknya adalah nggak akan ada berkah Allah disana.

Maka nggak heran bila Sufyan Ats-Tsauri, seorang imam dalam bidang hadits dan juga pribadi yang sangat sholeh berkata,  “Tidaklah aku berusaha untuk mengobati sesuatu yang lebih berat yaitu meluruskan niatku, karena niat itu senantiasa berbolak-balik.”

Bayangkan kalau beliau saja yang sudah begitu mumpuni ilmu agamanya, tapi ternyata masih saja khawatir setiap saat tentang keadaan niatnya, lha kita apa kabar?

Aneh banget kalau kita justru malah sibuk bangga padahal ilmu agama kita masih sangat sedikit. Padahal membedakan idhar dengan idgham saja masih merinding, tapi sudah dengan sombongnya koar-koar sudah pintar begini dan begitu. Malu! Malu-maluin banget!

Kawan, semakin sholeh seseorang, maka seharusnya akan semakin tinggi tingkat kekhawatirannya tentang ilmu yang dimilikinya. Karena hati seseorang akan senantiasa berubah-ubah. Dan hati itu akan selalu juga dalam pandangan Allah, baik buruknya akan tetap dalam pengawasan Allah. Allah akan selalu tahu kebenarannya, walaupun nggak ada seorang manusiapun yang mengetahuinya.

“Dan rahasiakanlah perkataanmu atau lahirkanlah; sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala isi hati” (Qs. Al Mulk: 13)

Mulai hari ini ayo kita kita belajar agar ilmu kita berkah, dengan menjauhi sikap sombong apalagi pengen selalu dipuji orang lain. Kita nggak akan nambah apa-apa kecuali apa-apa dalam hal ketidakberkahan dan kemarahan Allah. Udah gitu kitapun malah bakal dijauhi oleh manusia yang pastinya malas aja kalau ada orang yang tingkahnya sombong. Ya nggak sih? Semoga catatan kecil ini jadi pengingat buat gue pribadi khususnya dan buat kita semua. Aamiin.

 

(NayMa)



RELATED ARTICLE