Inilah Jurus Jitu Menghilangkan Rasa Sakit Hati | DiaryHijaber.com

Writer : NayMa Editor : NayMa

Inilah Jurus Jitu Menghilangkan Rasa Sakit Hati

243 kali dilihat

Hidup kadang tidak selalunya indah. Pada suatu saat kita akan berbenturan dengan kondisi atau kejadian yang tidak mengenakkan hati. Dari kejadian itu, kita  merasa sakit hati bahkan dendam yang sangat kepada seseorang. Padahal disisi lain, jangankan ikut mengerti dan atau merasakan tentang sakit hati kita, orang yang menyakiti kita tersebut bahkan bisa dengan mudah bisa melenggang dan move on melanjutkan hidupnya dengan bahagia.

Lalu tinggallah kita dengan segala rasa sakit yang kita punya. Kita menangis sendiri, merasakan pahitnya sendiri, sedih juga sendiri dan menderita sendiri. Kalau sudah begini, seharusnya kita tahu bahwa dendam dan sakit hati justru merugikan diri kita sendiri.

Lalu adakah cara untuk bisa menghapus rasa sakit hati? Bagaimana bila kita terlanjur menyiman rasa sakit itu terlalu lama? Info dibawah ini InshaAllah bisa sedikit membantu kita.

1. Ikhlaskan Semua Karena Allah

Ikhlas, kata yang satu ini gampang untuk diucapkan namun sangat susah sekali dilakukan. Tapi memang mau tidak mau kita harus melakukan. Kita harus bisa mengatur pikiran kita bahwa semua memang sudah seharusnya untuk kita kembalikan kepada Allah saja. Atau jika tidak, maka kita akan merasa sakit hati lebih parah lagi. Dengan menyerahkan semua urusan kita hanya kepada Allah, paling tidak hati akan lebih ringan, lebih bebas dan lebih sehat. Jika kita ingin seseorang yang membuat kita sakit hati itu mendapatkan hukuman, biar Allah saja nanti yang membalasnya. Bukankah kita percaya bahwa Allah itu Maha adil? Bukankah dibawah langit akan selalu hukum tabur tuai? maka lebih baiknya jangan kotori tangan kita dengan membalas kepadanya kejahatan yang setara dengan yang telah dia lakukan kepada kita. Karena memang kita bukan orang jahat seperti jahatnya orang yang telah menjahati kita itu. Percayalah, Allah sangat detail dalam membalas dalam setiap kejahatan dan kebaikan para hambaNya.

2. Maafkan karena mereka hanya manusia biasa, sama seperti kita

Jika kita orang baik, maka kita akan melakukan banyak pertimbangan atas perlakuan kita kepada orang lain. Salah satunya adalah banyak mengembalikan apa yang kita lakukan kepada orang lain itu, kepada diri kita sendiri. “Kira-kira kalau aku di posisi dia akan bagaimana, ya?” kurang lebih begitulah kalimatnya. Jika kita menyakiti seseorang dan lalu orang itu sakit hati, maka kitapun pasti ingin dimaafkan. Lalu jika ada orang lain yang membuat kita sakit hati, mengapa kita nggak mencoba untuk memaafkan? Toh dia jugalah hanya manusia biasa sama seperti kita. Allah Ta’ala pun berfirman, “Dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang” (QS. An-Nuur :22). Kawan, pikiran kita memang tidak dibuat untuk melupakan, tapi dengan kita memaafkan, bukan hanya orang yang telah menyakiti kita saja yang akan lega, tapi kita juga akan merasa lebih damai.

3. Sayangi diri sendiri

Banyak orang yang karena begitu besarnya rasa sakit hati yang diterimanya dari orang lain maka dia malah fokus kepada orang yang menyakitinya tersebut. Tak lupa dia memupuk rasa sakit hati itu terus sampai tumbuh dan berkembang, bahkan kalau perlu diwariskan pula kepada anak dan cucu-cucunya. Jadilah, waktunya habis demi berfikir bagaimana caranya membalas dendam. Hidupnya pun habis demi merawat perkembangan sakit hatinya agar semakin menjadi. Tapi dia lupa satu hal, yaitu menyayangi dirinya sendiri. Dia lupa bahwa diri dia juga butuh hawa sehat damai dan tenang walaupun orang di kiri kanannya sibuk menyenggol atau bahkan menubruknya. Tapi dia malah memutuskan untuk menerima sakit hati itu, dan lalu memenuhi hati dan pikirannya sendiri dengan hal negatif. Jika yang diperbuat orang lain adalah jahat sampai dia harus sakit hati, tapi apa yang diperbuat dirinya kepada dirinya sendiri jugalah lebih jahat. Karena dia sebagai pemimpin diri, ternyata kurang bisa pandai menyaring apa yang seharusnya dia jiwai atau tidak. 

4. Banyak-banyak introspeksi diri

Jika kita sakit hati kita akan cenderung menyalahkan orang lain saja. Tapi kita jarang untuk bisa membalikkan masalahnya kepada diri kita sendiri. Mungkin orang lain berbuat jahat kepada kita justru karena kita yang pertama jahat dengan mereka? Kemungkinan seperti itu bisa saja ada. Maka agar kita bisa menghapus sakit hati kita, maka kesadaran seperti mengakui kesalahan diri sendiri juga harus ada. Jikapun kita terlalu susah atau gengsi untuk mengakui, lakukan semua karena Allah. InshaAllah semua akan lebih mudah dan ringan untuk dilakukan.

 

(NayMa)

 



RELATED ARTICLE