Jadi, Apa Yang Masih Membuatmu Ragu Untuk Berhijrah? | DiaryHijaber.com

Writer : NayMa Editor : NayMa

Jadi, Apa Yang Masih Membuatmu Ragu Untuk Berhijrah?

253 kali dilihat

Sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan bagi kita memang nggak mudah begitu saja kita ganti atau kita rubah. Buat melakukan itu semua perlu proses, niat dan tekat yang kuat. Atau kalau nggak, perubahan yang kita buat hanya akan terjadi sebentar aja, setengah jalan atau apapun bahasanya, yang intinya nggak kelar sampai di garis finish.

Seperti juga ketika kita memutuskan buat berhijrah, atau kembali ke jalan lurus yang seperti Allah mau setelah dulu kita banyak tersesat atau menyesatkan diri kemana-mana. Kita dengan segala hitam putih kita, memang nggak bisa hanya dalam sekali klik tiba-tiba berubah jadi putih semua, dan atau lurus dan baik semua. Akan banyak penyesuaian, pengorbanan, bahkan air mata buat merubah dan atau meninggalkan semua itu. Tapi walaupun banyak pahit dan sakit, seperti yang kita tahu bahwa Allah adalah yang Maha Memegang janji, dan nggak akan pernah mengingkari. Maka akhir indah kehidupan kita nanti pasti akan kita dapatkan.

Contoh saja, seseorang seperti Umar Bin Khatab, salah satu sahabat dekat Rasulullah itu. Beliau yang dulu begitu getol banget memusuhi umat muslim, dan kekeh banget memegang dan mengagungkan ajaran sesat yang di anutnya, maka ketika telah mendapat hidayah, hidupnya pun jadi 100 persen beda. Nggak hanya itu saja, beliau juga bersungguh-sungguh dalam tekadnya buat berhijrah membela Islam dan hidup dalam aturan Islam.

Maka jadilah, beliau selanjutnya menjadi penduduk surga yang berjalan di dunia. Hal ini persis sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam dalam sebuah riwayat dari Said bin al-Musayyib. Kala itu Abu Hurairah berkata, ketika kamu sedang berada di sisi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan lalu beliau bersabda: “Sewaktu tidur aku bermimpi seolah-olah aku sedang berada di surga. Kemudian aku melihat seorang wanita sedang berwudhu di sebuah istana (surga), maka aku pun bertanya, ‘Milik siapakah istana ini?’ Wanita-wanita yang ada di sana menjawab, ‘Milik Umar.’ Lalu aku teringat dengan kecemburuan Umar, aku pun menjauh (tidak memasuki) istana itu.” Umar radhiallahu ‘anhu menangis dan berkata, “Mana mungkin aku akan cemburu kepadamu wahai Rasulullah.”

kawan, kita nggak akan selamanya hidup di dunia ini. Ibarat kata, kita cuma sekedar sebentar saja, tahu-tahu tua, dan mati. Setelah itu kita berpindah alam lagi dan lagi. Maka aneh aja kalau kita malah masih menyibukkan diri berhaha-hihi dengan dunia ini, sedang maut bisa datang kapan saja menjemput kita, lalu kita bahkan nggak bisa balik lagi ke dunia ini.

Maka jika hati kita sudah tergerak buat berhijrah, penuhilah segera kehendak itu. Karena hal tersebut menandakan bahwa sinyal panggilan kasih sayang Allah buat kita telah datang, dan sayang banget kalau kita hanya sekedar menyia-nyiakannya saja demi dunia yang nggak ada habisnya ini.

Ya, dunia kalau mau dituruti nggak akan ada habisnya. Yang ada malah kita sendiri yang akan habis kalau melulu menuruti dunia yang nggak ada habisnya ini. Jangan pernah ragu buat melakukan niat hijrah kita, sebelum semuanya terlambat. Walaupun nggak mudah, asli semua nggak akan gampang! Tapi ingatlah bahwa Allah pasti nggak akan pernah menyalahi janjiNya sendiri. Ibarat berjalan di terowongan yang gelap, di ujung terowongan itu kita akan menjumpai sebuah cahaya, yaitu harapan, kebaikan, kemuliaan dan kemenangan. InshaAllah...

“Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta benda dan diri mereka adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan (Qs. At-Taubah:20)

 

(NayMa)



RELATED ARTICLE