Jangan Jahat Pada Diri Sendiri | DiaryHijaber.com

Writer : NayMa Editor : NayMa

Jangan Jahat Pada Diri Sendiri

329 kali dilihat

Kadang kita gampang bilang sayang sama orang lain. Kita juga bisa banget kalau suruh berkorban buat orang lain. Apalagi para cewek-cewek yang biasa pakai perasaan itu. Mereka dengan rela melakukan apapun agar orang yang disayanginya bahagia. Tapi sayangnya, banyak yang lalu lupa buat perhatian ke diri sendiri dulu.

Padahal kalau diri sendiri nggak beres, nggak sehat dan nggak happy, trus kita korbanin diri demi orang lain, itu sama saja kita bakar diri kaya' lilin yang menerangi orang lain tapi diri kita hancur.

Kawan, tahukah kita bahwa diri kita, jiwa dan badan kita ini bukan milik kita, melainkan adalah titipan Allah kepada kita. Dan semua akan dimintai pertanggung jawaban oleh Allah kepada kita. Karena itu sayangi dan hargai diri kita ini, seperti menjaga sebuah titipan yang sangat berharga dari Allah Ta'ala. Sayang pada diri bukan berarti kita egois. Apalagi sampai mendholimi kepentingan orang lain yang datang ke kita.

Sayang pada diri adalah tentang menghargai diri sendiri tanpa harus bertabrakan dengan kepentingan orang lain. Sayang diri sendiri juga berarti tidak memberikan hal-hal yang buruk untuk diri kita ini. Kita menjaga semaksimal mungkin agar hanya hal yang baik saja yang kita lakukan atau yang akan menimpa diri kita. Jika kita bisa sayang pada diri sendiri, maka kita akan dekat dan damai dengan diri kita sendiri. Dengan begitu InshaAllah akan lebih mudahlah bagi kita hidup bahagia. Kitapun juga bisa membantu membahagiakan orang lain di sekitar kita.

Sebaliknya jika kita jahat dan tidak perduli dengan hak diri kita, maka hati, pikiran, jiwa dan badan kita tidak kompak dalam keseharian kita. Maka jadilah kita bingung dengan hidup kita sendiri. Kitapun susah selesai dengan masalah kita ini. Dan kalau sudah begini, tentu yang rugi adalah diri kita sendiri. Jadi, semua pilihan akhirnya kembali kepada kita, kawan. Kita mau menyayang diri sendiri, atau kita yang malah jadi tersangka dari kehancuran diri kita. Semua keputusan kembali pada diri kita masing-masing.

 

(NayMa)

 



RELATED ARTICLE