Jangan Remehkan Hutangmu! | DiaryHijaber.com

Writer : NayMa Editor : NayMa

Jangan Remehkan Hutangmu!

156 kali dilihat

Setiap hari kita pasti harus mengeluarkan uang untuk memenuhi kebutuhan kita. Kita bisa bekerja, tapi jika hasil dari bekerja itu tetap saja belum cukup untuk memenuhi kebutuhan kita, maka ada dari kita yang lalu mengambil hutang guna menutupi kekurangan tersebut.  

Ada juga salah satu dari kita yang menggunakan hutang tidak hanya sebagai penutup kebutuhan hidup, melainkan untuk memenuhi gaya hidup. Untuk yang satu ini, bisa dipastikan bahwa jumlahnya makin hari akan makin banyak dan semakin bertumpuk. Sehingga kita akan susah untuk menutupnya kecuali kita juga “selesai” dengan berkebiasaan mengikuti gaya hidup hura-hura dan dan harus serba wah tersebut.

Kawan, tahukah kita bahwa hutang itu adalah salah satu “bahaya” yang bahkan akan kita bawa sampai kita mati nanti? Ya, Rasul telah bersabda (yang artinya), “Barangsiapa yang mati dalam keadaan masih memiliki hutang satu dinar atau satu dirham, maka hutang tersebut akan dilunasi dengan kebaikannya (di hari kiamat nanti) karena di sana (di akhirat) tidak ada lagi dinar dan dirham.” (HR. Ibnu Majah)

Dan tidak hanya itu saja, dalam hadist lain Rasul juga bersabda, (yang artinya), “Jiwa seorang mukmin masih bergantung dengan hutangnya hingga dia melunasinya.” (HR. Tirmidzi)

Kawan, ternyata nggak sesederhana yang kita kira masalah hutang piutang ini. Bahkan jika kita tidak mau menyelesaikannya di dunia dalam arti kita cuek dengannya, maka kitapun di hukumi sebagai seorang pencuri.

“Siapa saja yang berhutang lalu berniat tidak mau melunasinya, maka dia akan bertemu Allah (pada hari kiamat) dalam status sebagai pencuri.” (HR. Ibnu Majah)

Hutang tetap akan kita bawa mati, dan bahayanya nggak akan berhenti, bahkan ketika kita mati syahid sekalipun, kawan.  Hutang kita selama di dunia tetap jadi beban kita yang akan diperhitungkan nanti. Dari ‘Abdillah bin ‘Amr bin Al ‘Ash, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Semua dosa orang yang mati syahid akan diampuni kecuali hutang.” (Hr. Muslim)

Kawan, bayangkan ketika kita telah berada di alam akhirat dan lalu begitu banyak kebaikan kita harus kita berikan kepada orang lain karena kita nggak membayar hutang selama dulu hidup di dunia. Bayangkan bila kita harus bertemu Allah sebagai pencuri. Bayangkan betapa rugi dan sedihnya kita saat itu. Maka dari itu, jangan sampai kita melalaikan hutang, berfoya-foya dengan uang hasil berhutang, dan atau malah cuek dengan hutang yang kita miliki. Agar kerugian yang lebih besar tidak menjadi bagian dari diri kita. Karena bahaya berhutang akan tetap kita bawa bahkan sampai kehidupan kita di akhirat nanti.

 

(NayMa)



RELATED ARTICLE