Jangan Salah Langkah Mendidik Anak! | DiaryHijaber.com

Writer : Ratna P Sari Editor : BL

Jangan Salah Langkah Mendidik Anak!

338 kali dilihat

Seringkali kita sibuk dalam urusan dunia, dalam hal mengumpulkan harta. Namun kita lupa bahwa sebenarnya ada investasi yang jauh lebih penting dan menguntungkan dari pada semua itu. Investasi yang dimaksud adalah Anak- anak kita. Ketika mereka baik, dan dekat kepada Allah, maka  doa mereka akan sangat berguna, bahkan saat kita telah tiada.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan do’a anak yang sholeh.” (HR. Muslim).

Karena itu, kita sebagai orang tua sudah selayaknya mengenalkan dan mengajarkan mereka tentang Islam. Hal ini penting agar mereka mengenal, dan mengesakan Allah, serta mencintai Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam, sebagaimana yang dilakukan Luqman kepada anaknya, yang tersebut di dalam Al-Quran. “Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, ketika ia memberi pelajaran kepadanya, ‘Wahai anakku! Janganlah engkau mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezhaliman yang besar.” (Luqman: 13).

Anak juga perlu kita ajarkan untuk mengenal berbagai kewajiban mereka dalam islam. Salah satunya adalah tentang sholat lima waktu. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda, “Perintahkan anak-anak kalian untuk mengerjakan shalat ketika mereka berumur 7 tahun. Pukul mereka jika tidak mengerjakannya ketika mereka berumur 10 tahun. Pisahkanlah tempat-tempat tidur mereka.“ (HR. Abu Daud).

Selain itu, pelajaran tentang akhlak yang baik, pemilihan lingkungan dan teman yang baik, serta banyak keutamaan dalam Islam pun harus kita biasakan kepada mereka, sejak kecil. Agar anak terbiasa dengan berbagai rutinitas kebaikan dan cara hidup yang Islami didalam keseharian mereka. 

Dan satu hal yang tidak boleh kita lupakan adalah untuk selalu memohon pada Allah agar Allah selalu memberi keberkahan dan penyejuk mata pada anak dan keturunan kita, di samping usaha dan sebab yang kita lakukan agar anak-anak kita menjadi orang-orang sholeh. Karena hidayah semata- mata hanyalah milik Allah, dan bukan tentang usaha kita saja.

Hijabers, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah berpesan kepada kita, (yang
artinya), “Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian bertanggung jawab atas orang yang dipimpinnya. Seorang ‘Amir (penguasa) adalah pemimpin, seorang suami pun pemimpin atas keluarganya, dan istri juga pemimpin bagi rumah suaminya dan anak-anaknya. Setiap kalian adalah pemimpin dan kamu sekalian akan diminta pertanggung jawaban atas apa yang dipimpinnya.” (HR. Bukhari).

Suatu hari, kita pasti akan dimintakan pertanggungjawaban tentang anak-anak yang telah Allah titipkan kepada kita. Karena itu jangan sia-siakan kesempatan dan kepercayaan yang diberikan oleh Allah kepada kita ini. Sebagai orang tua, mari kita berusaha sebaik dan semaksimal yang kita mampu, agar kelak kita juga akan mempermudah diri kita sendiri di hari penghisab-an tersebut.

Rabbi habli minash shalihin.”

(Wahai Rabbku, berilah aku keturanan yang shalih) (QS. Al Qashshash: 110).

“Rabbi Habli min ladunka dzurriyyatan thayyibatan innaka sami’ud du’a”

(Wahai Rabbku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa) (QS. Ali Imran: 38).

Amiiiin.



RELATED ARTICLE